Jateng

Bukan Ulah Ikan Sapu-sapu, Tanggul Jebol dan Jalan Amblas Kalibanteng Kulon Akibat Sungai Berkelok

×

Bukan Ulah Ikan Sapu-sapu, Tanggul Jebol dan Jalan Amblas Kalibanteng Kulon Akibat Sungai Berkelok

Sebarkan artikel ini
Jalan Amblas Kalibanteng Kulon Semarang Segera Diperbaiki, Pemkot Gandeng BBWS dan DPU
Petugas BBWS dan Disperkim meninjau lokasi jalan amblas di Kalibanteng Kulon Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Menurut pantauan yang ada, memang terdapat ikan sapu-sapu di sungai tersebut, dan sekitarnya tanggul yang jebol. Namun populasi ikan yang berasal dari Sungai Amazon ini masih terkontrol dan belum mengkhawatirkan (over populasi) seperti di Jakarta.

“Memang ada, tapi belum over populasi,” ujarnya.

Akibat Sungai Berkelok

Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Dinas Perikanan Kota Semarang, Rita Muflikatun Nu’amah menambahkan, jebolnya tanggul terjadi karena gerakan arus sungai yang berbelok hingga menyebabkan rongga di titik jebolan tanggul serta badan jalan yang amblas .

“Air sungai di situ muter dan menggerus tanah di bawah tanggul, hingga akhirnya jebol dan tanahnya ambles,” tambahnya

Jika melihat luasan dan lebar sungai, serta populasi ikan sapu-sapu yang ada, menurutnya belum begitu membahayakan dan balum masuk kategori over populasi.

Dari keterangan warga kata dia, saat curah hujan tinggi air di Sungai Silandak pun cukup kencang, karena memiliki hulu di daerah Pasadena dan Babankerep Ngaliyan

“Memang ada ikan sapu-sapu di sana, tapi belum dalam kategori membahayakan jika melihat kondisi Sungai Silandak. Condongnya kerusakan tanggul karena aliran sungai yang kencang,” bebernya.

Anggota DPRD Kota Semarang, Joko Susilo, meminta Pemkot Semarang untuk memperbaiki tanggul yang jebol.

Apalagi kondisi tanggul lebih tinggi jika ia bandingkan area perkampungan, yang dikhawatirkan semakin parah karena curah hujan akhir-akhir ini masih cukup tinggi.

“Kalau belum ada perbaikan, nanti air akan masuk ke perkampungan. Yang terimbas pasti satu RW disana,” ujarnya.

Politikus PDI-Perjuangan ini menilai aliran Sungai Silandak yang Berbelok, membuat tanggul rusak dan ambles karena ada perputaran air di bawah tanggul. Terlebih, bangunan tanggul yang roboh kemarin usianya cukup tua.

“Usianya tanggul juga sudah tua, kalau nggak salah dibangun sejak tahun 1981 lalu, jadi memang rawan jebol,” bebernya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp