“Dengan asumsi penyaluran bantuan pangan tambah SPHP, kebutuhan dari cadangan beras pemerintah itu sekitar 35 ribu ton per bulan. Artinya stok yang ada bisa mencukupi sekitar enam sampai tujuh bulan,” jelas Sri.
Dengan kondisi tersebut, Sri menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik menghadapi bulan puasa dan Lebaran. InsyaAllah pasokan aman dan harga di tingkat konsumen juga akan kita jaga,” tegasnya.
Serapan Beras Mulai Sejak Awal Tahun Untuk Jaga Harga Petani
Selain menjaga pasokan di tingkat konsumen, Bulog Jawa Tengah juga mulai melakukan penyerapan gabah dan beras sejak awal tahun.
Kebijakan ini dilakukan tanpa menunggu puncak panen raya, sebagai upaya melindungi harga di tingkat petani, utamanya di tengah cuaca ekstrem.
“Sejak awal tahun kami sudah mulai melakukan serapan, kami tidak menunggu panen raya. Tujuannya supaya harga di tingkat produsen atau petani tetap stabil dan tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah,” terang Sri.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menekan harga di tingkat petani. Oleh sebab itu, Bulog mengambil langkah lebih awal untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
“Apalagi cuacanya seperti ini. Kita jaga supaya harga di tingkat petani tidak jatuh, sekaligus pasokan di masyarakat tetap aman,” pungkas Sri. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





