Memasuki awal musim panen 2026, Bulog mulai mempercepat serapan sejak tahap awal. Beberapa wilayah telah memasuki masa panen dengan puncak panen sekitar Maret.
“Kami mempercepat serapan agar mutu hasil panen tetap terjaga,” kata Sri Muniati.
Bulog memastikan kesiapan gudang, alat pengering, serta fasilitas pengolahan beras. Langkah tersebut penting menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Prakiraan Cuaca BMKG Jateng
Berdasarkan prakiraan BMKG Jawa Tengah, curah hujan akhir Januari hingga awal Februari tergolong menengah hingga tinggi. Beberapa wilayah seperti Pemalang, Tegal, Kendal, Kudus, serta Pati berpotensi hujan sangat tinggi.
Hingga 24 Januari 2026, Bulog Jawa Tengah mencatat serapan gabah 4.090 ton serta beras 1.147 ton. Total serapan tersebut setara 3.225 ton beras. Bulog optimistis serapan terus meningkat.
“Kami optimistis target tercapai berkat dukungan banyak pihak,” ujar Sri Muniati.
Bulog Jawa Tengah memperoleh dukungan 148 mitra pengolahan serta 109 unit gudang. Sinergi tersebut memperkuat keyakinan pencapaian target penugasan pangan 2026. (*)





