Ia mengaku bahwa metode ini lebih hemat dan menghasilkan panen yang memuaskan. “Saya berhasil panen sebanyak 6,3 ton pada masa tanam kedua ini,” tuturnya.
Panen raya ini harapannya menjadi awal kebangkitan pertanian organik di Kabupaten Blora. Selain itu, juga menginspirasi daerah lain untuk menerapkan sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan petani serta kelestarian alam. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





