Ia menegaskan, khusus untuk tanaman hortikultura, tidak ada istilah gagal panen. Namun ia menekankan pada produktivitas yang berkurang.
“Seperti cabai yang biasanya panennya 12 sampai 15 kali, sekarang tujuh kali sudah tidak panen lagi. Sudah kecil-kecil,” tegasnya.
Produktivitas cabai yang berkurang menurutnya dapat menaikkan harga di pasaran. Lebih lanjut, curah hujan yang membaik menjadi hal yang menurutnya ditunggu oleh para petani saat ini.
“Ini petani sudah mulai semangat mengelola tanah sama bikin persemaian. Baru persemaian, belum tanam di lahan, karena diperkirakan menurut mereka tiga minggu lagi ada hujan. Jadi kalau sudah hujan langsung tanam,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





