SEMARANG, beritajateng.tv – Ibadah haji merupakan momen yang istimewa bagi umat Muslim. Selain melaksanakan rukun-rukun haji yang wajib, ada pula sejumlah anjuran amalan sunah untuk para jamaah haji.
Amalan-amalan sunah ini membantu meningkatkan keberkahan dan keistimewaan ibadah haji, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut adalah beberapa amalan sunah yang dapat jamaah lakukan selama ibadah haji:
BACA JUGA: Hendak Berangkat Haji? Ini Contoh Pidato Pamit Haji dalam Walimatussafar, Mudah dan Penuh Makna
Amalan-Amalan Sunah saat Haji
1. Tawaf Qudum
Sebelum memulai thawaf wajib, ada baiknya para jamaah haji melakukan tawaf qudum. Tawaf ini pelaksanaannya setelah memasuki Masjidil Haram dan sebelum thawaf wajib. Meskipun tawaf ini tidak wajib, melakukannya memberikan keutamaan dan pahala yang besar.
2. Naik Hujjah
Saat melakukan thawaf, ada baiknya naik hujjah, yaitu mencoba mendekati atau menyentuh Hajar Aswad (batu hitam) jika memungkinkan. Meskipun tidak wajib, amalan ini mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dan memiliki makna yang mendalam dalam menunjukkan kecintaan kepada Allah SWT.
3. Berdoa di Multazam
Setelah thawaf, jamaah haji dapat berdoa di Multazam, area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Berdoa di tempat ini memiliki keutamaan khusus, dan jamaah haji dapat memohon kepada Allah SWT dengan penuh harap dan kerendahan hati.
BACA JUGA: Video Bikin Haru, Pedagang Tempe 88 Tahun Ini Berhaji setelah Menabung 20 Tahun
Amalan Sunah Lain Saat Berhaji
4. Shalat di Maqam Ibrahim
Setelah menyelesaikan thawaf, sunah untuk melakukan shalat di dekat Maqam Ibrahim. Shalat di tempat ini mengingatkan kita akan keimanan Nabi Ibrahim AS dan merupakan anjuran amalan yang sangat baik.
5. Mengunjungi Jabal Rahmah
Di Padang Arafah, jamaah haji ada baiknya untuk mengunjungi Jabal Rahmah, bukit di mana Nabi Adam dan Hawa bertemu setelah terpisah selama beberapa waktu. Mengunjungi tempat ini dan berdoa di sana mengandung makna simbolis yang kuat dan menguatkan ikatan dengan sejarah agama.
6. Tawaf Wada’
Sebelum meninggalkan Mekah, para jamaah haji dianjurkan untuk melakukan tawaf wada’, yaitu tawaf perpisahan. Tawaf ini dilakukan sebelum kepulangan ke tanah air dan menandakan akhir dari ibadah haji. Melakukan tawaf wada’ dengan hati yang penuh syukur dan harap dapat memperoleh keberkahan dan pengampunan dari Allah SWT.
Amalan-amalan sunah ini adalah tambahan yang dianjurkan selama ibadah haji. Meskipun tidak wajib, melaksanakannya akan membawa pahala yang besar dan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
Dengan memahami dan melaksanakan amalan sunah ini, para jamaah haji dapat menjalankan ibadah haji mereka dengan lebih khusyuk, memperoleh keberkahan yang berlimpah, dan mendapatkan keberhasilan dalam meraih haji yang mabrur. (*)





