Cek Fakta

CEK FAKTA: Aktivis 98 Turun Gunung Untuk Pimpin Demo Mahasiswa Soal Kecurangan Pemilu ke KPU

×

CEK FAKTA: Aktivis 98 Turun Gunung Untuk Pimpin Demo Mahasiswa Soal Kecurangan Pemilu ke KPU

Sebarkan artikel ini
ilustrasi demo
Ilustrasi demo. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Muncul sebuah video dari kanal KUMPARAN TV di YouTube yang menunjukkan thumbnail aksi unjuk rasa atau demonstrasi dari aktivis 98 dan para mahasiswa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam video tersebut, tertuliskan klaim bahwa para aktivis 98 ikut turun gunung untuk memimpin demonstrasi terkait kecurangan Pemilu tersebut.

Berikut judul dari video yang beredar secara luas di YouTube tersebut:

“SUDAH TAK TERTOLONG LAGI AKTIVIS 98 SAMPAI TURUN GUNUNG PIMPIN DEMO KECURANGAN PEMILU 2024 DI KPU

BERITA TERBARU

AKTIVIS 98 TURUN GUNUNG

AKSI DEMONSTRASI MAHASISWA KE KPU DI PIMPIN AKTIVIS 98″

BACA JUGA: CEK FAKTA: Gara-gara Quick Count KPU, Data Warga Indo Bocor ke Server China dan Singapura, Benar?

Video tersebut telah mendapat views sebanyak lebih dari 900 pengguna YouTube.

Lantas, apakah benar klaim tentang aktivis 98 yang memimpin demo mahasiswa soal kecurangan Pemilu 2024 tersebut?

Hasil penelusuran video demo kecurangan Pemilu

Narator dalam video tersebut hanya membacakan ulang artikel dari tempo.co berjudul “Demo di KPU, Massa Tolak Pemilu Curang hingga Ancam Aksi Lebih Besar” yang rilis pada 16 Februari 2024.

Artikel tersebut membahas tentang Massa aksi yang mengatasnamakan Kelompok Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi dan Pemilu melakukan demonstrasi di depan gedung Komisi Pemilihan Umum atau KPU di Jakarta Pusat, Jumat, 16 Februari 2024. Mereka menganggap Pemilu 2024 sarat akan kecurangan.

Selain itu, narator dalam video tersebut juga membacakan artikel dari tempo.co berjudul “Lokataru Laporkan Intimidasi terhadap Mahasiswa oleh Diduga Preman saat Demo Kecurangan Pemilu” yang diunggah pada 18 Februari 2024.

Dalam artikel ini membahas terkait Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, melaporkan kasus intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh belasan orang diduga preman terhadap mahasiswa saat demonstrasi di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK).