Cek Fakta

CEK FAKTA: Cak Imin Larang Kuliner Babi dan Minuman Alkohol di Bali, Benarkah?

×

CEK FAKTA: Cak Imin Larang Kuliner Babi dan Minuman Alkohol di Bali, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
cak imin
Muhaimin Iskandar 'Cak Imin' dalam gelaran debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat, 22 Desember 2023.

SEMARANG, beritajateng.tv – Beredar sebuah konten di media sosial dengan narasi calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melarang adanya wisata haram, yakni penjualan kuliner babi guling dan minuman beralkohol di Bali.

Narasi yang menyebut bahwa Cak Imin melarang adanya kuliner babi dan minuman alkohol itu merupakan isi dari unggahan akun TikTok.

“Warga Bali harap bersiap2 dilarang jual bab1 guling dan alko0h0l” demikian narasi yang tampak dalam konten TikTok yang diunggah pada pada 15 Desember 2023.

Selain mengunggah klaim Cak Imin tentang wisata haram, akun TikTok tersebut juga menyertakan beberapa tangkapan layar dari siber lain, yakni Detik, Kumparan dan Pelita Jambi.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Anies Baswedan Berdoa di Tempat Ibadah Buddha Demi Jabatan

Lantas, apakah benar klaim dari akun TikTok tersebut?  Berikut hasil penelusurannya.

Hasil penelusuran klaim Cak Imin tentang wisata haram

Klaim yang beredar di media sosial tersebut berkaitan dengan kunjungan Cak Imin dalam haul Masyayikh ke-21 dan Silaturahmi Nasional Alumni Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini di Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (14/1/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin memberikan janji bahwa ia akan memajukan wisata halal di Indonesia jika terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurut dia, wisata halal bisa lebih berkembang karena Indonesia merupakan negara dengan umat Islam terbanyak di dunia.

“Wisata halal kita masak kalah sama Malaysia yang jumlahnya sedikit. Insya Allah (jika) Anies-Muhaimin (Amin) menang, Indonesia akan menjadi wisata halal terbesar di dunia,” ujar Cak Imin.

Kemudian, dalam hari yang sama, Muhaimin mengklarifikasi pernyataannya soal wisata haram. Ia menegaskan, tidak ada wisata haram dan mengakui diksi yang digunakan tidak benar.

Klarifikasi itu Cak Imin sampaikan kepada wartawan dalam penerbangan dari Surabaya menuju Jakarta pada Minggu malam.

“Bahwa tidak ada wisata haram. Adanya wisata halal, bukan berarti ada wisata haram,” ujar Cak Imin.