“Deteksi dini sangat penting karena banyak faktor risiko penyakit tidak menular yang sering kali tidak kita sadari. Dengan pemeriksaan kesehatan, masyarakat harapannya dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan melakukan langkah pencegahan maupun penanganan yang diperlukan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi tubuh, termasuk berbagai faktor risiko yang selama ini tidak terasa.
Jangan Hanya Ingat Jantung Saat Sakit
Dalam gerakan tersebut, YJI Jawa Tengah kembali mengampanyekan Panca Usaha Jantung Sehat melalui akronim SEHAT.
Huruf S berarti Seimbangkan Gizi. E berarti Enyahkan Rokok. H mengajak masyarakat untuk Hadapi dan Atasi Stres. Sementara A berarti Awasi Tekanan Darah dan T berarti Teratur Berolahraga.
Lima langkah itu sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi dalam penerapannya.
“SEHAT bukan hanya sebuah slogan. Ini adalah kebiasaan yang harus kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Ketika dilakukan bersama-sama, dampaknya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” kata Dyah.
Pesan tersebut menjadi inti dari gerakan YJI Jawa Tengah. Menjaga jantung tidak cukup hanya melalui kegiatan massal yang berlangsung sesekali.
Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana masyarakat membawa kebiasaan sehat ke rumah dan menjalankannya setiap hari.
Pergantian Kepemimpinan YJI Jawa Tengah
Rangkaian kegiatan juga bersamaan dengan pisah sambut dan pelantikan pengurus YJI Cabang Provinsi Jawa Tengah.
Dalam agenda tersebut terlaksana serah terima kepemimpinan dari Hj. Sri Lestari Sudiro, S.E., S.H., M.H. kepada dr. Dyah Anggraeni, M.Kes., Sp.PK.
Dyah akan mengemban amanah sebagai Ketua YJI Cabang Provinsi Jawa Tengah pada periode kepengurusan mendatang.
Pelantikan pengurus rencananya bakal menghadirkan Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, S.E., M.M.
Setelah pelantikan, YJI Jawa Tengah melanjutkan agenda dengan rapat kerja pengurus.
Kepemimpinan baru harapannya mampu memperkuat peran YJI dalam bidang edukasi, pencegahan penyakit, deteksi dini, dan pengembangan kolaborasi lintas sektor.
Dyah menegaskan upaya menjaga kesehatan jantung tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga atau pemerintah saja.





