Onad memilih bersikap tenang menghadapi situasi tersebut. Ia menilai kondisi mental beberapa penghuni sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat penggunaan narkoba bertahun-tahun. Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dalam hidupnya.
Selama menjalani rehabilitasi, Onad juga tinggal di kamar dengan tempat tidur bertingkat bersama penghuni lain.
Ia mendapatkan posisi di bagian ujung karena petugas menilai kondisinya termasuk kategori ringan. Meski begitu, suasana kebersamaan tetap terasa kuat di antara para pasien.
BACA JUGA: BNNP Jateng Minta Warga Waspada Vape atau Rokok Elektrik: Ada Indikasi Cairan Mengandung Narkoba
Ia menilai rehabilitasi bukan sekadar proses penyembuhan, tetapi juga ruang refleksi untuk memahami dampak nyata dari pilihan hidup yang salah.
Cerita Onad tersebut pun menuai perhatian publik karena menyajikan sisi lain dunia rehabilitasi yang jarang terungkap ke permukaan. (*)





