Kuliner

Chef Pemilik Mil’s Kitchen Ini Bikin Kroket Pakai Cabai Kering dan Pasta Bawang Merah: Rasa Gak Ada Beda

×

Chef Pemilik Mil’s Kitchen Ini Bikin Kroket Pakai Cabai Kering dan Pasta Bawang Merah: Rasa Gak Ada Beda

Sebarkan artikel ini
Cabai Pasta
Chef Mili Hendratno melakukan demo masak bitterballen menggunakan bahan cabai kering dan pasta bawang merah pada "Halal Foodcamp 2024" di Semarang, Rabu, 20 November 2024. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penggunaan cabai kering dan pasta bawang merah sebagai bumbu alternatif semakin banyak orang minati. Menurut Chef Mili Hendratno, pemilik Mil’s Kitchen, rasa bumbu tersebut sama persis seperti bahan segar.

“Kalau untuk pengaruh rasa yang pasti enggak ada ya karena bahannya sama. Cuma lebih yang ke arah efisiensi dan penyimpanan. Kami selaku chef diuntungkan dengan ‘packaging‘ yang sudah siap dan penggunaannya juga lebih mudah,” ujar Mili.

Bumbu ini hadir dengan kemasan praktis sehingga lebih mudah penggunaannya. Mili juga menunjukkan cara memasak dengan kedua bahan tersebut. Ia membuat kroket dengan campuran pasta bawang merah dan cabai kering.

BACA JUGA: Cara Bikin Cabai Kering Homemade, Awet Sampai 6 Bulan, Kualitas Tetap Sama

“Tadi saya bikin itu makanan ringan ya, kroket atau bitterballen. Bikin bola gitu ya terus saya goreng, di dalamnya ada komposisi bawang pasta sama cabai kering,” katanya.

Sebagai informasi, bahan alternatif ini cocok untuk berbagai jenis masakan, mulai dari makanan ringan hingga masakan utama.

Cabai kering dan pasta bawang merah bantu tekan inflasi

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Ndari Surjaningsih, menjelaskan bahwa cabai kering dan pasta bawang merah dapat membantu menekan inflasi.

“Cabai dan bawang sifatnya musiman. Ketika pasokan melimpah, bahan ini bisa kita olah agar lebih awet,” katanya dalam acara “Jateng Halal Foodcamp 2024“.

Dengan metode pengeringan tradisional atau teknologi modern, bahan ini bisa bertahan hingga satu tahun.

Ndari menyebutkan fluktuasi harga cabai dan bawang merah sering memengaruhi kestabilan ekonomi.

“Pengeringan ini solusi untuk menjaga harga tetap stabil,” tambahnya.

BACA JUGA: Penjual Nasi Goreng di Semarang Pakai Cabai Kering dan Pasta Bawang Merah: Lebih Praktis, Rasa Sama

Ia berharap masyarakat lebih terbuka terhadap bumbu alternatif ini. Meski tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang terbiasa menggunakan bahan segar, ia optimis melalui sosialisasi dan demo masak dari para koki, penggunaan bahan ini akan masyarakat terima.

Selain itu, penggunaan bahan ini memberikan keuntungan bagi pelaku usaha kuliner. Dengan harga yang stabil sepanjang tahun, sehingga bisa menekan ongkos produksi.

“Harga yang flat membuat bisnis lebih terkontrol tanpa terganggu fluktuasi harga bahan segar,” ujar Ndari.

BI Jawa Tengah terus menggalakkan sosialisasi untuk mendorong pelaku usaha beralih menggunakan bahan ini demi efisiensi usaha dan stabilitas ekonomi. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp