KUDUS, beritajateng.tv – Pendakian ke Gunung Muria dilarang untuk sementara waktu karena cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi, Mundir selaku Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Jawa Tengah mengatakan bahwa cuaca ekstrem bisa membahayakan pendaki yang nekat melakukan pendakian.
Menurutnya, Pegunungan Muria merupakan tempat yang rawan bencana.
“Pegunungan itu kan rawan longsor, badai, kilat. Udara yang dingin bisa mengakibatkan hipotermia jika tubuh tidak kuat bisa pingsan,’’ jelasnya.
Ia menegaskan, masyarakat diminta untuk tidak nekat dan mengurangi aktivitas di lokasi yang rawan bencana. Cuaca ekstrem tidak bisa diduga kedatangannya.
BACA JUGA: Pasca Cuaca Ekstrem, Pertamina Tambah Stok LPG 394.000 Tabung di Jateng-DIY
Mundir berpesan agar masyarakat lebih mementingkan keselamatan diri daripada keperluan lainnya. Ia menambahkan agar masyarakat selalu mempertimbangkan risiko kerawanan yang ada.
’’Utamakan keselamatan, jangan nekat! Takutnya kenapa-kenapa karena saat ini cuaca sedang tidak mendukung. Besok kalau sudah mendukung silakan kalau mau melakukan pendakian,’’ ujarnya.
Prediksi cuaca ekstrem di 22 daerah Jateng
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyebut cuaca ekstrem berpotensi di 22 daerah di Jawa Tengah.
Prakirawan BMKG Arif N mengatakan hujan ringan-lebat masih akan mengguyur daerah Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi.
Arif menambahkan, meskipun pada pagi pada umumnya berawan, namun memasuki siang, sore dan awal malam hujan-sedang merata mengguyur seluruh daerah di Jawa Tengah, potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah tersebut dapat berdampak ancaman bencana hidrometeorologi.
“Waspadai ancaman bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem masih berpotensi di 22 daerah serta ketinggian gelombang di perairan utara 1,25-2,5 meter dan di perairan selatan di Jawa Tengah 1,25_2,5 meter,” ujar Arif.
BACA JUGA: Sudah Terjadi 104 Bencana Sepanjang 2024, BPBD Jateng: Cuaca Ekstrem dan Banjir Terbanyak





