SEMARANG, beritajateng.tv – Program hilirisasi Presiden RI Joko Widodo yang Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka unggulkan mendapat sindiran keras dari akademisi Rocky Gerung.
Rocky Gerung yang kerap beroleh julukan filsuf asal Indonesia itu menyinggung hilirisasi Gibran yang ia sebut nalarnya tak tepat. Sindiran itu ia sampaikan saat hadir sebagai panelis dalam acara Diskusi dan Kalibrasi bersama Anies-Muhaimin di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Minggu, 24 Desember 2023 sore.
“Kita mau kalibrasi isi kepala dari elite kita. Ada yang bisa bedakan tidak kalibrasi dan hilirisasi? Kalibrasi artinya mencari ukuran yang tepat. Hilirisasi artinya membohongi ukuran,” ujar Rocky kepada ribuan ratusan mahasiswa Jateng-DI Yogyakarta yang hadir dalam acara itu.
Rocky yang membedah konsep hilirisasi melempar pertanyaan perihal ‘hulu’ yang tak Gibran jelaskan dengan baik selama debat cawapres berlangsung.
BACA JUGA: Lagi, KPU Akan Tegur Gibran Karena Ajakan Sorak di Debat Cawapres
Dalam pikiran Rocky, masyarakat kelas bawah yang masih mengalami kemiskinan menjadi hulu dalam konsep hilirisasi tersebut.
“Malam ini akan ada 9,5 juta manusia Indonesia tidur dengan perut kosong. Merekalah yang berada di hulu. Per hari ini rasio stunting 25 persen, artinya 1 dari 4 bayi yang lahir itu akan kekurangan nutrisi otak, otaknya tidak akan berkembang,” beber Rocky.
Ia pun menilai, konsep hilirisasi pada hakikatnya membereskan segala permasalahan yang ada di hulu, termasuk kemiskinan, stunting, hingga pengangguran yang kini masih melanda Indonesia.
“Hilirisasi adalah membersihkan yang di hulu itu supaya produknya bagus. Jadi hilirisasi artinya membersihkan kedunguan, itu dasarnya kalau kita bicara makro atau konsep,” sambung Rocky.
Sindir dua paslon lain, Rocky Gerung beri dukungan kepada AMIN?
Dalam acara diskusi itu, Rocky pun mengungkap bahwa paslon AMIN mampu membawa Indonesia untuk berpikir kritis. Lantaran, menurut Rocky, data statistik dan meneruskan gagasan dari presiden sebelumnya saja tak mampu membenahi permasalahan di Indonesia saat ini.
“Anies Baswedan calon presiden, dia berupaya untuk membawa kita kepada harapan, dengan keutuhan berpikir, bukan bermain statistik seperti hilirisasi, itu yang penting. Seorang capres mesti kita tuntut untuk memberi harapan dengan kekuatan argumen,“ terang Rocky.
Lagi-lagi, secara implisit, Rocky pun dengan berani menyinggung Presiden RI Joko Widodo dalam forum tersebut.
“Ada calon presiden, bekas presiden, dan presiden bekas. Anies itu calon presiden, SBY itu bekas presiden. Ada orang yang masih presiden tetapi sudah jadi barang bekas atau bekas presiden, tidak berguna lagi,” tegasnya.
BACA JUGA: Partai Buruh Tolak Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, Said Iqbal: Memangnya Kita Pengemis?
Sindir Debat Cawapres KPU, Rocky Kritik Earphone yang Gibran Pakai
Tak berhenti sampai sana, kegeraman Rocky terhadap terlaksananya debat cawapres beberapa hari lalu pun ia sampaikan kepada forum.
Rocky pun menyinggung penggunaan earphone dan skenario lainnya, yang bak terencana dengan matang untuk salah satu cawapres, pula yang telah KPU siapkan dalam debat pada Jumat, 22 Desember 2023 lalu.
“Yang kita perlukan bukan forum debat oleh KPU, yang moderatornya cuma jadi time keeper. Dia tidak bisa interupsi kesalahan berpikir dari seorang kandidat. Ini baru debat, kita bisa menguras dan mengupas pikiran, karena pikiran hanya bisa disebut pikiran kalau bisa dikupas. Pikiran yang dikupas itu datang dari kepala seseorang, bukan dari bisikan earphone,” ujarnya.
Menutup sambutannya, ia pun mempertanyakan dua paslon lain yakni Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud yang tak pernah mengundangnya dalam forum diskusi.
“Padahal saya masih menganggap dua kandidat itu punya pikiran, tapi kok tidak bisa dikupas?” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




