Pendidikan

Daftar 29 SMA/SMK di Jawa Tengah yang Terdampak Tanah Longsor hingga Banjir, Grobogan Terbanyak

×

Daftar 29 SMA/SMK di Jawa Tengah yang Terdampak Tanah Longsor hingga Banjir, Grobogan Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Makan Bergizi Gratis Jawa SMA/SMK
  • SMK Nurul Ummah Paninggaran, angin puting beliung.
  • SMAN 1 Petungkriyono, tanah longsor.

7. Pemalang

  • SMAN 1 Belik, hujan deras berhari-hari.

BACA JUGA: Pakar Ingatkan Ancaman Banjir di Puncak Musim Hujan Bulan Januari-Februari: Pantura Paling Rawan

8. Brebes

  • SMAN 1 Wanasari, banjir.
  • SMKS Madani, banjir.

9. Kota Magelang

  • SMKS PIUS X Magelang, abrasi sungai yang menyebabkan longsor.

10. Kota Surakarta

  • SMAN 8 Surakarta, pagar tembok sekolah roboh.

11. Kota Tegal

  • SMKN 1 Tegal, banjir.
  • SMKS Harapan Bersama Tegal, banjir.

Uswatun akui kerap minta sekolah tanggap bencana, sebut aset penting di SMA/K sudah aman dari bencana

Sementara itu, Uswatun menyebut dari 29 sekolah terdampak, tak semuanya mengalami kerusakan parah. Meskipun begitu, beberapa sekolah yang terdampak membuat proses belajar mengajar terganggu.

“Dari 11 kabupaten/kota itu yang terdampak banjir, longsor, angin puting beliung tidak semua kerusakannya parah. Ada yang cukup parah di SMKN Karangpucung, di Cilacap sebagian gedung dan atap sekolah ambruk. Tapi proses belajar mengajar terganggu, yang diutamakan keselamatan siswa,” ungkap Uswatun.

Pihaknya mengaku, sebelum terjadi bencana alam seperti saat ini, Disdikbud Jawa Tengah kerap meminta sekolah terkait agar tanggap bencana, utamanya dengan melakukan mitigasi bencana.

BACA JUGA: Tanah Longsor dan Banjir Jadi Ancaman di Wilayah Jateng Ini, BMKG Imbau Warga Waspada

Hal itu, kata Uswatun, berdampak pada aset penting sekolah yang sudah diamankan sebelum bencana, sehingga kerugiannya tak terlalu besar.

“Kita sering minta mitigasi bencana, kita minta setiap saat mengamankan aset, apalagi cuaca ekstrem, maka gak sedikit sekolah yang hampir tidak ada kerugian. Artinya apa? Sekolah ramah bencana, tanggap bencana memang diperlukan semua sekolah, karena dulu trennya kan Semarang, Sayung, Blora, Purwodadi, Grobogan, sekarang ternyata sudah sampai ke mana-mana,” pungkas Uswatun. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp