SOLO, beritajateng.tv – Isu keaslian ijazah Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perdebatan hukum, yang mana kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Jawa Tengah.
Adapun hal ini resmi dilayangkan oleh sekelompok pengacara yang bernama Tolak Ijazah Palsu Usaha Gakpunya Malu atau TIPU UGM, Senin, 14 April 2025.
Humas PN Solo, Bambang Aryanto mengonfirmasi gugatan telah terdaftar dengan nomor perkara 99/Pdt.G/2025/PN Skt.
Koordinator Tim TIPU UGM, M Taufiq menjelaskan pihaknya menggugat beberapa institusi sekaligus, termasuk KPU RI, SMAN 6 Solo, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
BACA JUGA: Viral Mulyono, Nama Kecil Presiden Jokowi, Begini Asal-usul Mengapa Ganti Jadi Joko Widodo
Gugatan tersebut berdasarkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara ijazah Jokowi dengan data lulusan tahun seangkatannya.
“Ijazah Pak Jokowi tercatat dari SMAN 6, padahal rekan seangkatannya menyatakan mereka lulus dari SMPP. Ini menjadi dasar kuat bagi kami untuk menggugat,” ujar Taufiq di PN Solo.
TIPU UGM juga menuding KPU lalai dalam verifikasi dokumen pencalonan presiden. Menurut mereka, hanya memverifikasi fotokopi legalisir tidak cukup untuk memastikan keabsahan ijazah.
Sementara itu, UGM dinilai turut bertanggung jawab karena memberikan gelar sarjana kepada Jokowi berdasarkan dokumen yang dinilai diragukan.
Dalam pernyataannya, Taufiq menyebutkan gugatan ini tidak hanya bertujuan mencari kebenaran, tetapi juga menjadi edukasi publik mengenai pentingnya transparansi dan keadilan.
Ratusan orang datangi UGM, minta klarifikasi dugaan ijazah palsu Jokowi
Pada hari ini, Selasa, 15 April 2025 pagi, puluhan hingga ratusan orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Bersama, mereka meminta klarifikasi atas duagaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Jokowi.
BACA JUGA: Tanggapi Wacana Partai Super Tbk, Pengamat Adi Prayitno: Sebatas Kritik Politik dari Jokowi
Di antara kerumunan massa, kabarnya, terdapat sosok politikus senior, Amien Rais. Kata dia, penjelasan UGM mengenai ijazah Jokowi sebelum-sebelum ini tidak cukup membuktikan dan justru terkesan berputar-putar.





