Jateng

Dari Water Care Sragen hingga UMKM, Lazismu Targetkan Rp1 Triliun Perkuat Zakat Produktif

×

Dari Water Care Sragen hingga UMKM, Lazismu Targetkan Rp1 Triliun Perkuat Zakat Produktif

Sebarkan artikel ini
Simbolis pembukaan Muhammadiyah Zakat Summit 2026 yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Radjawali Semarang Cultural Center, Kota Semarang, Jumat sore, 6 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Simbolis pembukaan Muhammadiyah Zakat Summit 2026 yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Radjawali Semarang Cultural Center, Kota Semarang, Jumat sore, 6 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menargetkan penghimpunan dana umat mencapai Rp1 triliun pada 2027.

Target tersebut akan mereka kejar melalui inovasi penghimpunan, penguatan kepercayaan masyarakat. Selain itu pengembangan program zakat produktif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan, target tersebut berdasarkan tren peningkatan penghimpunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk meraih target Rp1 triliun ini tentu ada berbagai inovasi dan kreativitas dalam menghimpun,” katanya dalam acara Muhammadiyah Zakat Summit 2026 di Radjawali Semarang Cultural Center, Kota Semarang, Jumat, 6 November 2026.

BACA JUGA: BAZNAS Semarang Salurkan 21,5 Ton Zakat Fitrah untuk Ribuan Warga

Dia mengatakan, pada tahun sebelumnya dalam Rakernas Lazismu 2025 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan berhasil tercapai dengan penghimpunan sekitar Rp827 miliar.

Mujadid Rais berkata, salah satu strategi yang Lazismu siapkan yakni mengintegrasikan penghimpunan dana melalui kanal formal dan informal.

Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah secara tunai akan disinergikan dengan kanal digital untuk memperluas jangkauan masyarakat yang ingin menyalurkan dana umat.

Tingkatkan Zakat Produktif

Di tengah target penghimpunan yang terus meningkat, Lazismu juga mendorong pengelolaan zakat produktif agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Mujadid Rais mengakui, selama ini Lazismu relatif kuat dalam menjalankan program pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, program pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, serta dukungan terhadap pengusaha muda masih perlu ditingkatkan.

“Memang harus lebih berdampak dengan memanfaatkan zakat produktif dan juga zakat, infak, dan sedekah. Kami memang mengupayakan itu semaksimal mungkin,” katanya.

BACA JUGA: Apakah Telat Bayar Zakat Fitrah Dosa? Ini Hukum dan Cara Mengatasinya

Selain itu, ucap Mujadi Rais, Lazismu memiliki sembilan program strategis yang akan dikembangkan menjadi program unggulan.

Mujadid Rais berkata, persoalan akses air bersih, kebutuhan pangan, hingga biaya pendidikan menjadi sejumlah isu yang dapat dijawab melalui program tersebut.

“Harapannya itu juga bisa menjadi program unggulan yang bisa kami tawarkan kepada orang-orang atau muzaki,” ucapnya.

Wagub Jateng Dorong Sinergi Lazismu dan Pemerintah

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi berbagai inovasi Lazismu dalam menjawab persoalan sosial masyarakat. Salah satu program yang dia sorot yakni Water Care di Kabupaten Sragen, yang bertujuan untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan.

Menurut Taj Yasin, program tersebut menjadi contoh bagaimana pengelolaan dana umat dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Terutama dalam persoalan akses air bersih.

“Kami berharap ini ada kolaborasi antara Lazismu dengan pemerintah. Baik itu di Jawa Tengah maupun di provinsi yang lain untuk penanganan kemiskinan, kesejahteraan masyarakat,” kata Taj Yasin.

BACA JUGA: Siapa Saja yang Wajib Membayar Zakat Fitrah di Bulan Ramadan? Berikut Golongannya

Taj Yasin juga berkata, pentingnya transparansi dan keberlanjutan program dalam pengelolaan dana umat. Menurutnya, pengelolaan zakat yang baik dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia menilai sinergi diperlukan karena pengelolaan zakat tidak hanya dilakukan Lazismu. Lebih dari itu juga berbagai lembaga lain, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga zakat di lingkungan pemerintah.

“Ini saya berharap ada kolaborasi, sinergi. Sehingga kesejahteraan itu benar-benar berdampak kepada umat Islam. Itu yang penting,” katanya. (*)

Editor: Diaz A Abidin 

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp