Jateng

Darurat Kreak, Sejumlah Wilayah Semarang Terapkan Jam Malam

×

Darurat Kreak, Sejumlah Wilayah Semarang Terapkan Jam Malam

Sebarkan artikel ini
gangster semarang
Ilustrasi gangster Semarang. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Karena meningkatnya aktivitas kejahatan gangster atau kreak, sejumlah wilayah di Kota Semarang mulai menerapkan aturan pembatasan jam kegiatan malam. Alasan utamanya adalah keamanan.

Salah satu wilayah yang menerapkan jam malam di tengah fenomena gangster Semarang ini adalah di sekitar Kelurahan Tembalang. Ketua RW IV, Tembalang, Supriyanto misalnya. Ia menghimbau seluruh warga, baik penghuni asli maupun mahasiswa perantau untuk lebih berhati-hati saat malam hari.

“Pastikan putra-putri di rumah pada saat malam hari dan para penghuni kost di wilayah Jurang Blimbing untuk tidak keluar malam jika tidak ada keperluan penting,” katanya kepada beritajateng.tv, Rabu, 25 September 2024.

BACA JUGA: Awas Kreak! Ini Daftar Gangster yang Berkeliaran di Kota Semarang Beserta Daerah Markasnya

Ia meminta kepada pengelola kos untuk ikut membantu menciptakan suasana aman dan nyaman bagi warga sekitar. Salah satunya dengan meminimalisir aktivitas penghuni kos di luar ruangan selama malam hari.

Seluruh aktivitas luar ruangan, kata Supriyanto, harus berakhir di jam 9 malam. Begitu juga bagi tamu yang berkunjung.

“Maksimal jam 21.00 WIB harus sudah meninggalkan lokasi. Jam buka warung yang ada wilayah RW IV sementara dibatasi sampai jam 22.00 WIB sampai dengan membaiknya situasi,” tutur Supriyanto.

Gangster Semarang, warga bakal patroli keamanan

Rencananya, lanjut Supriyanto, sebagai langkah antisipatif, pihaknya akan melakukan patroli keamanan lingkungan. Pihaknya akan melibatkan unsur warga, Babhinsa dan Babhinkamtibmas Kelurahan Tembalang sekaligus.

Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Bulusan, Rukayah. Namun ia mengklarifikasi soal kabar soal tindak kejahatan pembacokan yang menimpa mahasiswa Undip.

BACA JUGA: Meresahkan, 12 Daerah di Kota Semarang Ini Zona Merah Rawan Gangster, Hati-hati Saat Malam Hari!

Ia menyebut, pembacokan yang terjadi di depan FEB Undip sampai dengan Fakultas Psikologi Undip tidaklah benar.

“Pembacokannya nggak ada, tapi tetap kami himbau untuk hati-hati selama malam hari,” kata Rukayah. (*)

Editor: Farah Nazila