SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan massa pendukung Exco Partai Buruh mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng), Minggu (14/5/2023). Membawa spanduk oranye besar bertuliskan Partai Buruh dengan masing-masing orang membawa bendera, massa tersebut datang sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebagaimana aksi demonstrasi tolak Omnibus Law yang sering partai berketua Said Iqbal ini gelar, massa Partai Buruh Jateng yang hadir juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan di sepanjang jalan.
Sesampainya di Kantor KPU Jateng, mereka langsung menyanyikan lagu Indonesia Raya dan himne Partai Buruh. Uniknya, kedatangan mereka juga bersamaan dengan puluhan kader PSI yang hadir dengan menggunakan mobil pribadi secara beriringan.
Terlebih, aksi pada sore hari tersebut mereka tutup dengan menyalakan flare yang sontak menimbulkan bau menyengat hingga lantai 3 Kantor KPU Jateng.
Partai Buruh Jateng Daftarkan Bacaleg Dua Jam Jelang Tengah Malam
Alih-alih langsung mendaftarkan diri setelah melakukan aksinya di halaman Kantor KPU Jateng Minggu sore, Ketua Exco Partai Buruh Jateng Aulia Hakim bersama Sekretaris Exco Partai Buruh Jateng Ahmad Zainudin justru melakukan proses pendaftaran pada pukul 22.00 WIB. Hal tersebut lantas membuat puluhan wartawan menunggu tanpa kepastian.
Menyinggung mengenai pemilihan hari terakhir, Aulia mengklaim pihaknya membutuhkan proses yang serius dalam menjaring bakal calon legislatif (bacaleg).
“Hari terakhir karena kita sudah menjaring bacaleg. Partai Buruh tidak sembarangan memilih bacaleg. Jadi syarat utama hanya satu, tidak boleh menyakiti rakyat,” ungkap Aulia.
BACA JUGA: Galang Suara Lebih Luas di Jawa Tengah, Partai Buruh Rutin Gelar Konsolidasi
Ia juga menyinggung soal eks terpidana korupsi yang boleh mendaftar dalam Pemilu 2024. Meskipun telah KPU perbolehkan dengan pemberlakuan syarat 5 (lima) tahun tersebut, pihaknya menegaskan tidak akan menerima bacaleg dengan riwayat hukuman sebagai terpidana korupsi.
“Korupsi aja sudah menyakiti rakyat. Artinya, ada bacaleg-bacaleg yang terindikasi punya track record menyakiti, pernah korupsi, pernah mem-PHK buruh sewenang-wenang, tidak kami terima,” tegasnya.
Terkait target, Aulia menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan mapping yang cukup lama untuk menentukan kursi yang akan mereka raih parlemen. Ia menilai bahwa posisi Jateng ini sebagai episentrum pemerintah, maka pihaknya akan selalu realistis.
“Di DPR RI 1 sampai 2 kursi, di DPRD Provinsi 6 kursi. Nah, di DPRD Kabupaten/Kota akan menarget satu kabupaten/kota ada satu kursi, tapi targetnya kita 50. Ini sudah termapping, militansi kita akan terbukti di situ,” tandasnya.
BACA JUGA: Siap Hadapi Pemilu 2024, Partai Buruh Bidik Perolehan Enam Kursi DPR RI
Exco Partai Buruh Jateng mengirimkan sebanyak 40 bacalegnya untuk memperebutkan kursi DPRD Provinsi. Dari 40 orang tersebut, sebanyak 25 orang adalah perempuan. Artinya, kuota perempuan sudah melebihi dari apa yang KPU syaratkan.
“Kita punya Elemen petani, nelayan, buruh, ojol, kaum miskin kota, ibu-ibu jamu gendong, semuanya masuk ke dalam Partai Buruh. Sehingga ke depan kami lebih kuat lagi. Partai buruh diciptakan oleh orang-orang kecil,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




