JAKARTA, beritajateng.tv – Berikut gagasan para calon wakil presiden (Cawapres) dalam debat yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 22 Desember 2023.
Debat Cawapres 2024 ini menghadirkan tiga kandidat, yakni Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.
Dalam debat Cawapres 2024, tema yang diangkat adalah ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan.
Adapun debat Cawapres ini merupakan debat kedua dalam kontestasi Pilpres 2024. Ketiga cawapres yang beradu argumen telah tiba beberapa saat sebelum debat dimulai, dengan Mahfud MD mengenakan pakaian daerah asalnya, Madura. Adapun capres Ganjar Pranowo mengenakan pakaian adat Rote.
BACA JUGA: Pamer Mahfud MD Tangkap 144 Pelaku Pinjol Nakal di Debat Cawapres
Berikut rekap singkat mengenai gagasan yang para Cawapres suarakan dalam debat kedua di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat.
Gagasan cawapres
1. Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka merupakan cawapres pertama yang menyuarakan visi misinya dalam Debat Kedua Pilpres 2024. Ia menyebut pentingnya Indonesia ke luar dari middle-income trap.
Menurutnya, agar Indonesia tak terus berada dalam perangkap tersebut, perlu ada kenaikan nilai tambah dalam negeri.
“Kita akan lanjutkan hilirisasi, bukan hanya tambang saja, tapi juga hilirisasi pertanian, perikanan, digital, dan lain-lain. lanjutkan juga pemerataan pembangunan yang tidak lagi Jawa sentris. Kita genjot terus ekonomi kreatif dan juga UMKM,” tutur Gibran.
Selain itu, ia juga menyebut investasi di luar Jawa sudah mencapai 53 persen. Ia juga menyinggung IKN yang pembangunannya masih akan terus dilanjut.
“Pembangunan IKN yang berkelanjutan, ini akan membuka titik pertumbuhan ekonomi baru. Akan membuka akses dan juga konektivitas, sekaligus membuka lapangan kerja,” tambahnya.
Ia juga meyakini Indonesia akan menjadi raja energi hijau dunia.
Di antaranya dengan mengembangkan biodiesel, bioavtur dari sawit, bioetanol dari tebu, sekaligus kemandirian gula.
Gibran juga menyatakan, untuk menuju Indonesia emas dibutuhkan generasi emas.
2. Mahfud MD
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menyoroti pertumbuhan ekonomi ekonomi serta banyak menyebut kata ‘korupsi.’
Ia menyebut bahwa korupsi masih menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Ia ingin pertumbuhan ekonomi tumbuh 7 persen.
“Kita ini kaya raya dengan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang hebat. Masalahnya apa? Masalahnya banyak korupsi dan inefisiensi di sektor-sektor pertumbuhan ekonomi,” terang Mahfud MD dalamm gelaran acara debat Cawapres.
Menurut Mahfud, berdasar hasil sigi Transparansi Internasional, korupsi terjadi di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif secara besar-besaran.
“Korupsi juga terjadi di tiga matra alam kita ini. Kita menginjak bumi, ada korupsi di tanah dan pertambangan. Ke laut, ada korupsi di masalah kelautan. Kita melihat udara, pesawat terbang kita, ternyata di udara juga banyak korupsi. Akibatnya apa? Rakyat miskin.” Katanya.
Mahfud juga menyoroti Kota Madura, di mana memiliki kekayaan gas alam tapi tidak pernah teroptimalkan. Selain itu, ucap Mahfud, kerap terjadi pemerasan bagi pengusaha yang ingin melakukan investasi.
“Oleh sebab itu, kita harus lawan korupsi,” tegasnya.
Gagasan cawapres
3. Cak Imin
Mempromosikan kata ’Slepet,’ Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusung gagasan yang berfokus pada kemakmuran dan keadilan.
Adapun kata ‘Slepet’ ini ia ibaratkan seperti aksi dalam membangunkan para santri dari tidur.
“Selepet itu seperti sarung yang saya bawa ini, bisa di kalangan santri bisa membangunkan yang tidur, menggerakkan yang loyok, dan sekaligus mengingatkan yang lalai,” ujar Cak Imin
Menurut Cak Imin, yang perlu ‘diselepet’ soal 100 orang Indonesia memiliki kekayaan di atas 100 juta jumlah penduduk di Indonesia.
“Artinya ini keadaan yang tidak adil, ini harus kita selepet,” terangnya.
Di samping itu, ia ingin para kalangan ekonomi kelas menengah di turunkan pajaknya.
Lalu, yang perlu ‘diselepet’ yakni persoalan harga bahan pokok yang terus melonjak.
Kemudian, berkaitan dengan angka pengangguran di Indonesia.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Gibran Sebut Investasi di Luar Jawa Sentuh 53 Persen, Benar?
“Angka pengangguran sudah 8 juta, 80 juta memang bekerja, tetapi di sektor informal. Mereka tidak mendapatkan penghasilan yang pasti dan bahkan dompetnya di pastikan tipis. Ini yang harus kita selepet,” tambahnya.(*)





