SEMARANG, beritajateng.tv – Pernikahan merupakan momen spesial yang selalu memiliki tren baru. Banyaknya konsep pernikahan yang mengusung tema modern internasional ternyata tak membuat konsep tradisional di Indonesia tergerser.
Pernikahan dengan konsep tradisional tetap menjadi favorit para calon pengantin di tahun 2025. Terutama konsep tradisional Jawa Solo, seperti yang digunakan Al Ghazali dan Alyssa Daguise saat resepsi pernikahan mereka.
Terdapat acara Tradisional Wedding Expo di Java Supermall Semarang yang berlangsung pada Jumat, 27 Juni 2025.
Sebanyak 60 vendor terbaik di Kota Semarang meramaikan acara tersebut. Termasuk wedding organizer, dekorasi, makeup artist, venue hingga katering.
Dinda, pemilik Pita Emas Decoration mengungkapkan jika tren dekorasi pernikahan di tahun 2025 adalah Jawa. Menurutnya, tren ini seperti kembali ke beberapa tahun lalu sebelum terkenalnya dekorasi modern.
“Tahun ini lebih ke tradisional yang Jawa, pakai kebaya hitam itu. Ya, yang kaya Al Ghazali dan Alyssa,” ujarnya.
Ternyata konsep tradisional Jawa ini sudah banyak masyarakat gunakan sejak awal tahun. Namun, Dinda mengatakan jika permintaan konsep dekor tradisional tersebut lebih banyak peminat setelah pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise.
“Sebelum mereka (Al Ghazali dan Alyssa Daguise) nikah itu sudah banyak yang minta konsep dekor Jawa. Tapi setelah (pernikahan) itu, makin banyak request klien pakai konsep yang sama,” jelas Dinda.
“Jadi tren lagi gitu konsep tradisional Jawa, kayak balik ke pernikahan jaman dulu,” tambahnya.
Makeup bold dengan konsep tradisional jadi tren pernikahan
Sementara itu, tren makeup yang menjadi favorit para calon mempelai wanita dengan konsep tradisional adalah makeup dengan bold look.
Dewi, selaku pemilik Dhenoq Makeup mengungkapkan bahwa konsep tradisional lebih cocok dengan makeup bold.
“Makeup bold itu banyak klien minta, daripada yang soft-soft gitu karena kalau pakaian adat itu cocoknya makeup bold,” ungkap Dewi.
Keunggulan makeup bold juga tidak lekang waktu. Jadi dokumentasi yang klien dapatkan juga lebih berkesan.
“Makeup bold itu lebih bisa dikenang sepanjang masa, lebih timeless gitu, jadi kalau foto-fotonya dilihat 10 tahun kedepan itu masih bagus dan sesuai,” terang Dewi.
“Beda dengan barbie look, itu kan lagi tren juga, tapi mungkin cuma bertahan 5 tahun karena nggak timeless,” tambahnya.
BACA JUGA: Pesta Pernikahan Makin Minimalis Bikin Pengusaha Katering Pusing Tujuh Keliling: Untung Menipis
Sebagai penyedia jasa, Dewi juga kerap menerima permintaan klien yang kurang sesuai dengan pakem makeup tradisional. Namun ia tetap berusaha untuk mengedukasi dan memberikan hasil terbaik sesuai permintaan klien.
“Minta barbie look tapi konsep pakaian adat, itu kan kurang nyambung. Jadi kami memberikan saran kalau tetap makeup seperti ini (barbie look) bisa diganti konsep pakaiannya,” tuturnya.
Kendati demikian, pemakaian adat tetap harus disesuaikan. “Tapi kalau ingin pakaiannya tetap (adat) ya harus disesuaikan karena kan itu sudah ada aturannya,” pungkas Dewi. (*)
Editor: Farah Nazila





