Gaya Hidup

Deretan Plot Hole di Ending Drakor S Line, Salah Satunya Tiba-tiba seperti Ganti Genre!

×

Deretan Plot Hole di Ending Drakor S Line, Salah Satunya Tiba-tiba seperti Ganti Genre!

Sebarkan artikel ini
Drakor S Line
Poster Drakor S-Line. (Foto: website resmi Wavve Korea).

SEMARANG, beritajateng.tv – Awalnya konsep garis merah yang menghubungkan orang orang yang pernah melakukan hubungan, serta kacamata ajaib yang memunculkannya sangat menjanjikan. Namun tiba-tiba semuanya berubah dalam dua episode terakhir drakor S Line.

Ujung cerita soal penghilangan nyawa, kacamata, dan pengaruh guru Lee Gyu‑jin menyeruak sangat cepat tanpa jeda pengembangan yang memuaskan. Hal ini membuat kdrama lovers banyak berspekulasi dan menyebut ada plot hole.

Berikut deretan plot hole yang absurd dalam ending drakor S Line.

BACA JUGA: Spill Episode 6, Drakor S Line Tamat dengan Ending Absurd?

Ending Drakor S Line

1. Pergantian genre yang mengejutkan

Dari ketegangan thriller misteri tiba‑tiba berubah jadi horor fantasi magis ala dunia paralel. Transisi ini terasa terlalu mendadak dan membuat banyak penonton kehilangan pegangan dari alur awal.

2. Karakter Lee Gyu‑jin sebagai sosok simbol tanpa asal

Lee Gyu‑jin tampil seolah sebagai “ratu dari hasrat jahat” yang mempelopori penyebaran kacamata dan kekacauan. Akan tetapi, penjelasan soal asal-usul dirinya, motivasi mendalamnya, atau asal-usul kemampuannya tidak pernah dijelaskan. Penonton dibiarkan mengisi sendiri siapa sebenarnya dia, apakah entitas mistis atau manusia super tanpa latar cerita solid.

3. Grand finale yang terasa comical

Adegan klimaks saat darah Hyun‑heup naik, lalu berubah jadi bola merah besar kemudian meledak menjadi jutaan garis merah justru membuat beberapa fans menganggapnya malah lucu dan kurang dramatis.

Ketegangan terasa sepanjang episode tiba-tiba hilang di akhir episode. Selain itu, tidak adanya eksplorasi terkait alasan atau konsekuensi logis dari fenomena global ini.

BACA JUGA: Ending Absurd, Apakah Drakor S Line Bakal Lanjut Season 2?

4. Subplot dan karakter minor yang tiba‑tiba hilang

Ada banyak subplot, mulai dari kisah guru matematika, idol trainee, kasus bullying, hubungan detektif dengan keluarga. Padahal, awalnya diperkenalkan penuh misteri, tetapi cerita akhirnya akhirnya tidak tuntas. Banyak dari konflik ini tidak kembali dibahas atau diselesaikan dengan memuaskan di episode 6.

5. Ambiguitas yang terasa dipaksakan

Di akhir, ketika Sin Hyeon Hop mendengar suara Gyu‑jin dan muncul garis merah baru, penonton berpikir bahwa ini menandakan potensi season 2. Tanpa kepastian resmi, banyak yang merasa ending terlalu menggantung agar ada alasan buat lanjut cerita, bukan karena alur memang semestinya berakhir seperti itu.

Sebagai penggemar K‑drama yang menyukai plot penuh misteri dan ketegangan psikologis, kita perlu mengakui bahwa drakor S Line memiliki premis luar biasa dan menyoroti isu tabu seperti privasi dan rasa malu dari perspektif modern. Akan tetapi, pengeksekusian akhir justru terasa terburu‑buru dan kurang menjawab banyak pertanyaan yang sebelumnya membuat penonton penasaran.

Penonton berharap lebih banyak waktu untuk membedah siapa Lee Gyu‑jin sebenarnya, bagaimana dampak sosial S Line di seluruh dunia, serta penjelasan soal berbagai subplot karakter. Alih‑alih mendapatkan penyelesaian emosional yang hadir justru finalitas abstrak dan simbolik tanpa kepastian. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp