SEMARANG, beritajateng.tv – Viral di berbagai sosial media, ternyata peristiwa kecakalaan kereta api di Semarang menyimpan banyak cerita.
Seorang penjaga Jalan Lintasan (PJL) yang bernama Agus Setiawan sempat berlari sejauh 400 meter untuk memberikan peringatan kepada masinis mengenai kendaraan yang terhenti di tengah perlintasan rel.
Ia memberikan kode 3 dengan maksud terdapat sebuah kendaraan yang sedang terhenti di tengah perlintasan.
Masinis yang mendapatkan kode dari Agus tersebut segera memberikan respon dengan kode 35.
Dengan cepat masinis memfungsikan rem emergency sehingga cukup memiliki waktu untuk menyelamatkan ratusan penumpang KA.
Baca Juga: Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api di Booth KAI Jateng Fair 2023
“Saya berteria ke sopir. Namun, karena kereta sudah dekat saya berlari sampai 400 meter ke arah barat atau arah kereta datang. Saya beri kode pakai Hand Lamp ke masinis habis itu saya dengar suara klakson disusul suara keluaran gas rem sebanyak tiga kali,” jelasnya.
Tragedi kecelakaan kereta api Semarang memang cukup dahsyat lantaran kendaraan yang berhenti di tengah perlintasan merupakan kendaraan kontainer yang begitu besar.
Lumrahnya, penjaga Jalan Lintasan (PJL) membunyikan sirine tiga menit sebelum kereta api melintas.
Baca Juga: Event Jateng Fair 2023 Catat 100 Ribu Pengunjung dalam 17 Hari
Sayangnya, dari arah selatan truk trailer tetap memaksa untuk masuk dan tiba-tiba tersangkut ketika melintasi rel kedua yang berada di sisi selatan.
sopir truk terlihat berusaha untuk menyelamatkan diri namun ternyata sudah tidak memiliki waktu yang cukup.
Bahkan, sopir juga sempat melambaikan tangan ke arah kereta berharap bisa berhenti sebelum akhirnya menabrak truk.
Terjadinya kecelakaan kereta api Semarang yang begitu histeris bukanlah merupakan kecelakaan yang pertama kalinya.
Hal serupa pernah terjadi tiga bulan yang lalu namun memiliki cukup banyak waktu meski harus menunda perjalanan kereta.(*)





