“Kurang jelas juga. Katanya habis dikeroyok. Sampai siang saya bawa makan takbangunin enggak ada (sudah meninggal dunia). Saya langsung lapor polisi terus evakuasi,” tutur Indriastuti.
BACA JUGA: Geger Wanita Tewas Akibat KDRT di Sendangguwo Semarang, Begini Pengakuan Tetangga Korban
Kasubnit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang, Ipda Dimmas Prawira membenarkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, termasuk luka lebam di kepala dan punggungnya.
“Ini sementara masih diduga adanya tindak kekerasan, tapi kami masih mendalami. Untuk TKP sendiri kami juga belum mengetahui, kami masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Identitas dan latar belakang korban juga masih dalam penyelidikan. Polisi terus berusaha menghubungi keluarga korban karena korban bukan merupakan penduduk setempat.
“Bukan warga sini, kami belum tahu identitasnya. Ini masih mencari identitas korban dan mungkin keluarga korban untuk bisa dihubungi,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi