Pendidikan

Dijanjikan Ampunan, Inilah Sosok Paling Beruntung di Bulan Suci Ramadan

×

Dijanjikan Ampunan, Inilah Sosok Paling Beruntung di Bulan Suci Ramadan

Sebarkan artikel ini
amalan sebelum Ramadan
Ilustrasi. Amalan sebelum Ramadan. (Foto: freepik).

SEMARANG, beritajateng.tv – Ramadan merupakan bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Tertera dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan siapa manusia yang paling beruntung di bulan suci ini.

Mereka adalah orang-orang yang menjalankan puasa dan qiyamullail dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah SWT.

Keberuntungan tersebut bukan sekadar harta ataupun kedudukan. Keberuntungan yang tertera adalah ketika dosa-dosa terampuni dan hati kembali bersih. Ramadan menjadi momentum penyucian diri bagi setiap insan yang bersungguh-sungguh.

BACA JUGA: Ustaz Adi Hidayat: Berikut Lima Kurikulum Ibadah untuk Mengoptimalkan Ramadan

Ampunan bagi yang Berpuasa dengan Iman

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa siapa hamba yang melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Inilah kabar gembira yang luar biasa bagi umat Islam.

Manusia adalah hamba yang tidak luput dari dosa. Dari langkah kaki, lisan yang berbicara, mata yang memandang, hingga hati dan pikiran yang berprasangka, semua berpeluang melakukan sebuah kesalahan. Setiap anggota tubuh memiliki kemungkinan berbuat dosa.

Untuk itu, Ramadan hadir memberikan kita waktu untuk membersihkan semua itu. Karat dan kerak dosa yang menempel dalam hati seakan suci kembali karena puasa yang pelaksanaannya dengan iman dan keikhlasan menjadi jalan pengampunan yang besar.

Qiyamullail, Ibadah Malam yang Mengangkat Derajat

Selain puasa di siang hari, qiyamullail di bulan Ramadan juga termasuk bagian yang Rasullullah sebutkan. Barang siapa yang menghidupkan malam-malam pada bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Qiyamullail berarti menegakkan malam dengan ibadah. Sepertihalnya salat Isya, tarawih, witir, tahajud, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta muhasabah diri.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Shalat Tarawih: Hukum, Tata Cara dan Keutamaannya di Bulan Ramadan

Istirahat di malam hari tetap terlaksana, hanya saja alangkah baiknya tidak sebanyak malam-malam di luar Ramadan.

Siangnya menahan diri dengan puasa, sementara malam menjadi kesempatan ditegakkannya ibadah. Inilah bentuk kesungguhan seorang hamba. Semua dilakukan karena iman kepada Allah dan mengharap balasan dari-Nya.

Maka, manusia yang paling beruntung ketika bulan Ramadan adalah mereka yang berpuasa dan menghidupkan malam dengan penuh keimanan serta keikhlasan. Sebab kepada merekalah Allah menjanjikan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp