“Belum lagi masalah perizinannya yang juga tidak mudah. Selain itu, kompetensi pengurus juga sangat memengaruhi apakah koperasi ini bisa berkembang dengan baik dan berkelanjutan atau tidak,” katanya.
Lebih jauh, Desy menilai dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan KDMP. Keberadaan koperasi tidak akan banyak berarti apabila masyarakat di sekitarnya tidak ikut bertransaksi dan memanfaatkan layanan yang tersedia.
“Kalau masyarakat kurang peduli dengan kehadiran KDMP, koperasinya akan sulit berkembang. Tapi kalau anggotanya peduli dan mau melakukan transaksi belanja di sana, itu akan semakin mempermudah koperasi untuk tumbuh,” ungkapnya.
Sebaliknya, sikap masyarakat yang tidak peduli dapat membuat koperasi kesulitan berkembang.
“Kalau masyarakatnya cuek, koperasinya juga susah berkembang,” imbuh Desy.
Ia menambahkan, keberhasilan KDMP tidak hanya bergantung pada pengurus dan anggota. Dukungan pemerintah setempat, baik pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten/kota, juga diperlukan.
“Jadi menurut saya, dukungan itu tidak cuma dari sisi internal koperasi saja, tetapi dukungan pihak luar juga sangat penting. Termasuk dari pemerintah setempat, baik itu Pemerintah Desa (Pemdes) maupun Pemerintah Daerah (Pemkab/Pemkot),” katanya.
Desy menegaskan, perhatian kepala daerah terhadap program tersebut juga dapat memengaruhi semangat pengurus untuk mengembangkan koperasi.
“Kalau Bupati atau Wali Kotanya peduli, itu akan sangat memengaruhi semangat para pengurus koperasi agar bisa cepat berkembang,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





