Jateng

Dikunjungi Seribu Orang Lebih per Hari, Peserta Job Fair Tertua Umur 58 Tahun

×

Dikunjungi Seribu Orang Lebih per Hari, Peserta Job Fair Tertua Umur 58 Tahun

Sebarkan artikel ini
ahmad aziz // job fair
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat dijumpai di kantornya, Jumat, 22 Agustus 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pada hari pertama pelaksanaannya, ada 1.519 pencari kerja yang menghadiri Job Fair atau Bursa Kerja yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah. Pada hari kedua, diperkirakan ada 1,2 ribu orang yang berkunjung.

Hal itu terungkap oleh Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Jumat, 22 Agustus 2025 sore.

“Semuanya mendaftar melalui online ya, ada jalur untuk wawancara dan ada jalur untuk melihat booth. Kemarin di hari pertama yang hadir itu ada 1.519 orang, 318 orang ikut interview atau wawancara dan 1.201 orang datang melihat booth dan memasukkan lamaran,” jelas Aziz.

Meskipun pencari kerja yang mendaftar melalui daring jumlahnya tembus 7.212 orang, kata Aziz, ada kemungkinan penurunan pengunjung di hari kedua pelaksanaan Job Fair.

“Kalau kemarin 1,5 ribu, mungkin hari ini sekitar 1,2 ribu. Terus yang daftar tapi tidak hadir gimana? Karena lewat online, maka nanti perusahaan akan menghubungi kepada pendaftar yang lolos kualifikasi, karena yang datang lewat jalur wawancara itu, ada cek persyaratannya terpenuhi apa tidak,” jelas Aziz.

BACA JUGA: Belum Genap Satu Jam Buka, Job Fair Kabupaten Semarang Expo 2025 Ramai Oleh 3.632 Pencari Kerja

Aziz menuturkan, latar belakang peserta Job Fair kali ini bervariasi. Rata-rata usia calon pencari kerja adalah 30 tahun. Hanya saja, kata Aziz, ada peserta Job Fair tertua yang umurnya nyaris 60 tahun. Namun, Aziz belum bisa memastikan apakah pria berumur 58 tahun itu memasukkan lamarannya ke perusahaan atau hanya sekadar datang ke Job Fair saja.

“Untuk usia paling rendah tentunya 18 tahun ya, tata-rata 30 tahun. Tapi yang paling tinggi usianya ada yang daftar usianya 58 tahun. Beliau datang saja, tapi belum terkonfirmasi daftar di mana,” terang Aziz.

Pihaknya pun menyebut cukup banyak lulusan baru atau freshgraduate, baik dari SMK maupun perguruan tinggi, yang memasukkan lamaran ke perusahaan di Job Fair tersebut.

“Umur yang mendaftar dan memasukkan lamaran itu 18 sampai sekitar 35 tahun ya, kebanyakan seperti itu, yang fresh graduate juga banyak, baik SMK yang sudah memenuhi usia maupun dari perguruan tinggi,” sambung Aziz.

Berikan Lowongan Kerja untuk Difabel, Ada 25 Orang yang Mendaftar

Lebih lanjut, Aziz menegaskan pihaknya juga menyertakan perusahaan yang menyediakan lowongan kerja bagi difabel. Menurut catatannya, ada 25 calon pekerja difabel yang telah mendaftar secara online. Namun, yang datang langsung ke Job Fair tercatat 12 orang.

Ia menuturkan, calon pekerja difabel bisa bekerja di beragam sektor, utamanya operator hingga administrasi.

“Ada bagian operator, admin juga. Yang jelas perusahaan sudah kita verifikasi, validasi, bahwa perusahaan yang membuka lowongan untuk difabel itu aksesibilitas dan fasilitasnya sudah ada,” tegasnya.

BACA JUGA: Viral Syarat Lowongan Kerja di Rumah Hantu Harus Berpenampilan Menarik, Netizen: Itu Model Majalah?

Aziz pun mengingatkan adanya Undang-Undang (UU) yang mengatur soal pekerja difabel. Kendati perusahaan terkait sudah memastikan aksesibilitas difabel terpenuhi, masih ada tantangan lain yang mesti terselesaikan.

“Ada pengaturan UU ya, setiap 100 pekerja, satu orang adalah difabel. Prinsipnya semua perusahaan itu memberikan peluang, tetapi ada atau tidak yang mendaftar di perusahaan itu, belum tentu. Karena kadang perusahaan sudah memberikan fasilitas, aksesibilitas, tetapi ada yang terkendala ketika dia berangkat dari rumahnya menuju ke perusahaan,” pungkas dia. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp