Jateng

Dilaporkan ke Polisi, Ketua SEC Mei Sulistyoningsih Buka Suara, Sebut Gagalnya Lomba Tari Karena Sabotase

×

Dilaporkan ke Polisi, Ketua SEC Mei Sulistyoningsih Buka Suara, Sebut Gagalnya Lomba Tari Karena Sabotase

Sebarkan artikel ini
SEC
Ketua Semarang Economy Creative (SEC) Mei Sulistyoningsih saat ditemui, Senin, 6 Januari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Semarang Economy Creative (SEC) Mei Sulistyoningsih dilaporkan ke Polda Jawa Tengah atas dugaan penipuan lomba tari.

Di tengah polemik kasus itu, Mei berusaha mengungkap kronologi versi dirinya. Ia tak terima dirinya disebut sebagai biang kerok atas gagalnya lomba tari pada 20 Desember 2024 lalu.

Mei menjelaskan, segala tuduhan yang mengarah padanya selaku Ketua Panitia EC tidak benar dan merupakan fitnah.

BACA JUGA: Tinjau Lokasi Banjir Kebumen, Nana Sudjana Upayakan Perbaikan Jebol Secara Permanen

Menurutnya, telah terjadi sabotase oleh Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Mandiri Indonesia (Apmikimmdo) Jawa Tengah, A Riyanto, panitia lomba tari bernama W, dan anak W bernama PH.

“Terjadi sabotase yang A Riyanto, W, dan H lakukan. Mereka bertiga bersama-sama membuat skenario penggagalan dan sabotase,” kata Mei saat beritajateng.tv temui, Senin, 6 Januari 2025.

Mei menuturkan, salah satu indikasi adanya penggagalan dan sabotase lomba tari terlihat dari permintaan A Riyanto kepada pihak Taman Indonesia Kaya (TIK) untuk tidak memberikan izin atas pelaksanaan lomba tari.

BACA JUGA: Ternyata Bodong, Ini Alasan Peserta Ikuti Lomba Tari Nasional Trofi Gubernur Jawa Tengah

Izin berkegiatan di TIK sendiri memakan waktu kurang lebih satu bulan. Adapun Mei mengajukan izin di awal bulan November.

“A Riyanto sudah secara lisan, artinya sudah secara etika dia mempunyai niatan untuk sabotase ada skenario jahat di sini bersama-sama dengan W dan PH,” ucap Mei.

Penanggung jawab lomba tari

Lebih lanjut, Mei menjelaskan festival SEC terdiri dari 7 lomba. Adapun W adalah Person in Charge (PIC) atau penanggung jawab dari lomba tari.

“Ada 7 lomba, 6 lomba sukses kok. Kpop sukses, fashion show sukses, lomba mewarnai sukses, dan lain-lain. Cuma itu (lomba tari) saja yang gagal dan itu saya enggak menyebut gagal, tapi di gagalkan,” ucapnya.

Mei menyebut, suksesnya keenam lomba lain karena penanggung jawab dari masing-masing lomba bekerja sesuai dengan tugasnya.

Sedangkan W dan PH tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab lomba tari. Mulai dari kesiapan alat, konsumsi, dan sebagainya.

“H-1 dia enggak datang ngecek di tempat panggungnya, tapi dia datang pagi bareng dengan peserta, konyol sekali,” kata Mei.

BACA JUGA: Buntut Penipuan Trofi Gubernur, Perwakilan Sanggar Tari Lapor Polda Jateng: 178 Penari Rugi Materi dan Mental

Tak hanya itu, Mei menyebut jika W juga malah ikut memprovokasi peserta tari. Adapun hal tersebut untuk melaporkan gagalnya lomba tari ke Kantor Gubernuran. Padahal, sebagai seorang panitia, W semestinya menenangkan peserta lalu membuat solusi dengan teman-teman panitia yang ada

“Lho dia itu kan pengurus SEC, dia PIC lomba tari. Apa yang dia lakukan itu merupakan bentuk pengkhianatan. Mengadukan saya enggak apa-apa, lah ini malah dia memutarbalikkan fakta,“ tegasnya.

Atas kejadian ini, Mei mengaku tak akan tinggal diam. Ia berencana untuk mengambil langkah hukum terhadap kasus yang menimpanya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp