Bambang menyebut sejauh ini temuan yang paling banyak adalah makanan yang mengandung formalin, boraks dan pewarna tekstil. Temuan tersebut biasanya ditemui pada penjual makanan di depan sekolah-sekolah dasar. Melalui temuan tersebut, pihaknya melakukan sosialisasi kepada pedagang, anak-anak hingga orang tua untuk waspada saat membeli makanan diluar.
“Di SD-SD itu banyak temuan jajanan berformalin sampai ada pewarna tekstil. Kami himbau orang tua juga mengingatkan anak-anak hati-hati kalau jajan. Tapi sejauh ini kualitas pangan di kota semarang sudah semakin meningkat. Tapi kami tetap lakukan pengawasan makanan,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





