Sementara itu, di depan kepala Budaya Kota Semarang dan Kantor Pariwisata (Disbudpar), Indriyasari, mengatakan bahwa mengenai rencana perencanaan di wilayah Museum Kota Tua Semarang atau Museum Diskar, termasuk pengelolaan aliran lalu lintas, ia telah berkoordinasi dengan OPD lainnya, yaitu Disperkim.
“Nanti, ada tempat parkir untuk pengunjung. Dan penyediaan akses ke museum terciprat,” katanya.
Selanjutnya, ada satu bagian jalan Mataram akan ditutup, untuk tempat parkir dan menyediakan akses ke museum. “Ada tanah kosong di ujung jalan Mataram yang akan kami ajak bekerja sama untuk menjadi tempat parkir. Proposal dari dewan juga ada di sana nanti dapat dibangun sebagai pusat cinderamata sehingga ekonomi tandu komunitas,” Dia menyimpulkan. (AK / EL)





