SEMARANG, beritajateng.tv – Sadar akan peran dan keterwakilan perempuan yang masih minim, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memberikan pendidikan tentang pentingnya kaum perempuan terjun ke dalam dunia politik.
Edukasi tersebut terwujud melalui Seminar Pendidikan Politik bertajuk “Pengembangan Literasi Politik Melalui Forum Perempuan” yang berlangsung di GETS Hotel, Kota Semarang, Selasa, 22 Agustus 2023.
Analis Kebijakan Ahli Ditjen Polpum Kemendagri, Andi Firmansyah dan Kepala Kesbangpol Jateng Haerudin turut hadir dalam acara tersebut. Adapun puluhan peserta berasal dari kader perempuan partai politik, ormas perempuan, para pegiat hingga aktivis perempuan.
BACA JUGA: Menelisik Polemik Keterwakilan Perempuan dalam Politik 30 Persen, Ini Kata KPU dan Politisi
Andi Firmansyah menyebut, Direktorat Jenderal Polpum Kemendagri menggelar kegiatan ini sebagai perwujudan dari amanah Pasal 435 UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Tercantum bahwa Pemerintah memiliki kewajiban untuk mendukung suksesnya gelaran Pemilu, salah satunya dengan menggelar pendidikan politik.
“Jadi di Pasal 434 itu diamanahkan bahwa Pemerintah Daerah wajib memberi dukungan suksesnya Pemilu oleh para penyelenggara, seperti distribusi logistik, kesediaan sekretariat PPK dan PPS, dan pendidikan politik,” ujarnya usai pembukaan acara berlangsung.
Ia mengatakan, kegiatan pendidikan politik seperti ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam dunia politik, khususnya perempuan. Sebagaimana dalam UU juga termaktub bahwa kuota keterwakilan perempuan di parlemen minimal 30 persen.
Tingkatkan partisipasi perempuan dalam dunia politik lewat Seminar Pendidikan Politik
Sejauh ini, Ditjen Polpum Kemendagri telah melakukan pendidikan politik masyarakat di berbagai daerah, seperti Provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Sumatera Selatan. Andi menuturkan, Jawa Tengah kini menjadi provinsi ketujuh penyelenggaraan edukasi ini.
“Jateng targetnya kita sebetulnya adalah bagaimana meningkatkan partisipasi perempuan, bagaimana di Jateng bisa memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan di DPR dan DPRD,” beber Andi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah Haerudin mengungkapkan bahwa perempuan sangat penting untuk terjun dan terlibat dalam dunia politik. Musababnya, partisipasi perempuan menjadi indikator sejauh mana penentuan indeks demokrasi bangsa.
“Target 30 persen keterwakilan perempuan untuk berpartisipasi di politik ini salah satu indikator untuk menilai indeks demokrasi kita. Maka kita terus dorong karena kalau partisipasi politik perempuan itu bagus maka indeks demokrasi kita juga bagus,” bebernya.
BACA JUGA: KDRT Marak, Politikus DPRD Jateng Ungkap Pentingnya Peran Wanita dalam Politik
Menurutnya, saat ini partisipasi perempuan di Jateng masih di angka 20 persen. Padahal, keterwakilan kaum perempuan minimal 30 persen. Kesbangpol Jateng terus mendorong perempuan untuk lebih sadar dan terlibat dalam politik.
“Hari ini partisipasi perempuan di Jawa Tengah masih 20-an persen, padahal targetnya kan 30 persen. Maka harus ada kebangkitan kaum perempuan untuk kemudian menaikkan partisipasi politiknya,” ujar Harudin.
Haeruddin menilai, hal itu karena kesadaran perempuan masih minim. Ini juga ada pengaruh dari sistem budaya yang berlaku di masyarakat. Padahal konstitusi tidak membatasi gerak kaum perempuan untuk tampil di ruang publik.
“Maka perempuan inilah saatnya bangkit. Sekarang itu pilihan mau ikut pemahaman baik benar sesuai dengan kaidah atau ikut kelompok tertentu yang mungkin tidak memberi kebebasan kepada perempuan. Saya katakan bahwa konstitusi kita menjamin perempuan terlibat (politik),” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




