Jateng

DPD KNTI Kabupaten Kendal Adakan Rembuk Iklim Pesisir, Perjuangkan Kehidupan Laut Berkelanjutan

×

DPD KNTI Kabupaten Kendal Adakan Rembuk Iklim Pesisir, Perjuangkan Kehidupan Laut Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
KNTI kendal
Gelaran Rembuk Iklim Pesisir di Pantai Moris Dukuh Tawang Laut Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal oleh KNTI. (Dok)

KENDAL, beritajateng.tv – Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Kendal menggelar Rembuk Iklim Pesisir. Adapun kegiatan ini berlangsung di Pantai Moris Dukuh Tawang Laut Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

Acara ini berlangsung pada Hari Senin tanggal 04 Desember 2023 jam 13.00 sd 17.00 WIB.

Sebanyak 73 peserta menghadiri gelaran ini yang terdiri dari 31 orang laki-laki dan 42 orang perempuan. Kegiatan ini bertemakan “Laut Semakin Ganas: Menanti Solusi Konkrit Perlindungan Nelayan kecil, Masyarakat Pesisir serta Kepulauan dari Perubahan Iklim” adalah rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Nusantara 2023.

Melalui kegiatan ini KNTI menyuarakan masalah-masalah yang masyarakat pesisir rasakan akibat dampak perubahan iklim serta solusi konkrit untuk masyarakat yang terdampak.

Ketua Pelaksana Rembuk Iklim Pesisir KNTI tahun 2023, Hendra Wiguna menyampaikan bahwa Kegiatan Rembuk Iklim Pesisir KNTI tahun 2023, di laksanakan di 35 Kab/Kota pada tanggal 30 November s.d. 9 Desember 2023. Momentum ini juga berbarengan dengan Konferensi Internasional terkait Iklim (COP28) yang berlangsung di Dubai dan dihadiri oleh Ketua Umum KNTI Dani Setiawan.

BACA JUGA: Banjir Rob Jateng, KNTI Soroti Program Mitigasi Perubahan Iklim Tak Jadi Prioritas Pemprov

“Melalui kesempatan ini, KNTI mengajak untuk bersatu memperjuangkan kehidupan laut yang berkelanjutan. Hal ini dapat dilalui dengan cara memperkuat jaringan solidaritas, perlindungan dan penguatan Hak Tenurial Nelayan. Memastikan edukasi yang merata, dan Peran Aktif Pemuda dan Perempuan Pesisir dalam pengelolaan perikanan” Jelas Hendra, Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI). Adapun kesatuan tersebut merupakan badan otonom kepemudaan KNTI.

KNTI perjuangkan hak perlindungan nelayan tradisional

Lanjut Hendra, Dampak serius perubahan iklim semakin dirasakan oleh nelayan kecil dan tradisional di seluruh Indonesia. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) bersama memperjuangkan hak-hak atas perlindungan nelayan tradisional. Selain itu juga perempuan pesisir, pembudidaya, pengolah ikan dan petambak garam, serta masyarakat pesisir pada umumnya.

“Ide-ide, gagasan-gagasan, rekomendasi-rekomendasi untuk perubahan iklim yang merupakan hasil dari rembuk di 35 kabupaten/kota. Semoga menjadi arah kebijakan bagi pemerintah desa, kabupaten/kota, provinsi hingga pemerintah pusat. 13 Desember bertepatan dengan Hari Nusantara, akan kami sampaikan ke publik hasil-hasil keseluruhan rembuk iklim pesisir ini.” Terang Hendra

Sementara itu, Ribut Juwarni selaku Ketua DPD KNTI/KPPI Kabupaten Kendal menyampaikan bahwa kegiatan rembuk seperti ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kendal. Pemerintah tersebut terwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Rowosari, Kades Gempolsewu, UPP Poltekkes Kemenkes Semarang dan perwakilan anggota Dewan Komisi C DPRD Kabupaten Kendal.

BACA JUGA: Semarang Terancam Tenggelam, WALHI Jateng Ingatkan Krisis Iklim

Dalam kegiatan rembuk ini menghasilkan beberapa pembahasan atas usulan nelayan. Antaranya adalah program sabuk pantai guna mengatasi abrasi laut baik permanen maupun tidak permanen ( penanaman mangrove ). Selain itu, peningkatan penghasilan nelayan dengan mengoptimalkan potensi alam yang ada dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata terkait penataan dan promosi Pantai Moris sebagai obyek wisata baru dan masih banyak lagi.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp