“Saya minta masukan masyarakat yang masih mengeluarkan cumi-cumi darat. Laporkan saja kepada Pemerintah Kota supaya nanti di panggil sama Dinas Perhubungan dan di minta untuk segera proses. Sama seperti bus yang lain-lainnya untuk mengganti bus yang baru,” ujarnya.
Agustin menyebut pengurangan armada lama akan dilakukan secara bertahap. Setiap penggantian armada diharapkan ikut mengurangi emisi dari transportasi publik.
“Kalau menghilangkan mungkin itu terlalu ekstrem ya. Mengurangi. Jika satu bus akan berkurang, satu bus akan berkurang terus-menerus, nanti lama-lama akan selesai,” katanya.
Dua bus listrik yang diluncurkan menjadi bagian awal dari rencana elektrifikasi armada Trans Semarang. Armada tersebut akan ditempatkan di Koridor 1.
“27 bus di Koridor 1 dulu,” ujar Agustina saat ditanya mengenai rencana pengoperasian bus listrik.
Bus Listrik Bisa Tempuh hingga 250 Kilometer
Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Ardie Bakrie, mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung elektrifikasi transportasi di Kota Semarang.
Menurut dia, pengembangan bus listrik juga melibatkan industri nasional, termasuk Hino dan Laksana sebagai produsen karoseri.
“Ya tentu kita mempunyai komitmen untuk membangun elektrifikasi di Semarang. Tidak hanya kami dari Hino VKTR, juga Laksana sebagai karoseri yang telah memiliki TKDN 40 persen,” kata Ardie.
Direktur Teknik PT Laksana Bus Manufaktur, Stefan Arman, mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan Pemkot Semarang terhadap industri dalam negeri.
“Kami dari Laksana pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkot Semarang yang telah memberikan kepercayaan dan terus mengubah tata kota Semarang ini menjadi sebuah kota yang lebih sustainable,” ujar Stefan.
Ia mengatakan Laksana memiliki pengalaman panjang dalam memasok bus perkotaan. Peralihan menuju bus listrik, menurutnya, membawa tantangan baru karena kendaraan harus di rancang untuk penggunaan intensif dalam transportasi publik.
Untuk bus listrik Trans Semarang, Laksana menggunakan material yang di rancang untuk memperpanjang usia kendaraan.
Bagian frame menggunakan stainless steel, sedangkan panel interior dan eksterior menggunakan material ringan dengan usia pakai yang panjang.





