Jateng

Dua Pelari Siksorogo Meninggal Diklaim Punya Riwayat Jantung-Asma: Tak Bilang di Tes Kesehatan

×

Dua Pelari Siksorogo Meninggal Diklaim Punya Riwayat Jantung-Asma: Tak Bilang di Tes Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Siksorogo
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Disporapar) Jawa Tengah, Masrofi, saat dijumpai di kantornya, Selasa, 9 Desember 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Masrofi mengaku Pujo mengidap riwayat asma dari keterangan keluarganya. Menurutnya, Sigit dan Pujo tak menyampaikan riwayat penyakit yang mereka idap saat pendaftaran dan pengambilan race pack.

“Ini penyakit paru kata keluarganya [Pujo], kemarin saya tanya, adalah asma. Kalau asma kan [kena] udara dingin rawan, karena menimbulkan alergi yang berkepanjangan dan bisa membuat fatal korbannya. Maka tentu saja ini yang tidak disampaikan pada saat pendaftaran, mengambil race pack, dan tes kesehatan,” sambungnya.

Pastikan SOP medis sudah berjalan, peserta Siksorogo wajib tes kesehatan dan tanda tangan surat waiver

Masrofi menegaskan bahwa panitia Siksorogo Lawu Ultra telah menjalankan seluruh standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dan mitigasi risiko sebelum dan selama perlombaan. Ia menjelaskan, seluruh peserta wajib menjalani tes kesehatan dasar ketika pengambilan race pack.

“Tes kesehatan itu kan tes kesehatan standar, cek tensi, tekanan darah, panas tubuh. Ditanya apakah punya penyakit bawaan. Kalau jawabannya punya penyakit jantung pasti tidak boleh,” ujarnya.

Masrofi menekankan, panitia tidak mungkin melakukan general check-up secara menyeluruh kepada peserta. Oleh karena itu, kejujuran peserta terkait kondisi medis menjadi krusial.

“Tidak mungkin semuanya dites secara general check-up, tapi kesadaran dari masing-masing. Panitia menjalankan SOP lengkap termasuk respons cepat di titik kejadian, aktivasi tim medis, serta koordinasi evakuasi ke fasilitas medis,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa sistem medis dan keamanan di sepanjang rute telah penyelenggara siapkan sesuai standar kompetisi trail run.

BACA JUGA: Pemerintah Daerah Gencar Melecut Ekonomi Lewat Ajang Lomba Lari

“Sistem medis melibatkan tenaga medis di lapangan, ambulans hingga rumah sakit rujukan. Panitia didukung oleh lebih dari seribu volunter, termasuk marshal, tim SAR lokal, relawan evakuasi dan tenaga medis profesional,” jelasnya.

Menurutnya, titik-titik medis hingga water station sudah penyelenggara sosialisasikan melalui media sosial.

Masrofi juga menegaskan bahwa seluruh peserta telah menandatangani surat pernyataan atau waiver sebelum mengikuti lomba.