SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah akhirnya buka suara perihal perhelatan trail run Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang menewaskan dua peserta.
Peserta yang meninggal tersebut yakni Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Sigit Joko Poernomo (45), dan ASN Kemenag Solo, Pujo Buntoro (55).
“Peserta yang meninggal pada Siksorogo 2025 itu ada dua orang. Yang pertama pejabat Kementerian Pariwisata, didampingi pendamping dan ajudan karena beliau pejabat eselon 2. Sedangkan yang satunya pegawai Pemkab Karanganyar yang mendampingi istrinya melaksanakan monitoring, [beliau] ikut dalam kegiatan itu,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah Masrofi saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Selasa, 9 Desember 2025.
Masrofi mengaku, pihaknya dan panitia Siksorogo Lawu sudah bersilaturahmi ke keluarga korban. Ia menyebut, kedua keluarga korban sudah menerima dengan lapang dada.
“Kami sudah bersilaturahmi ke keluarga. Pada intinya keluarga menerima dengan dan lapang dada dan seluruh proses komunikasi pendampingan telah difasilitasi oleh kami dan dari panitia Siksorogo,” sambungnya.
BACA JUGA: Tahun 2026 Jateng Banjir Event Running, Ini Daftar Lomba Lari di Semarang, Solo, hingga Wonosobo
Sebelumnya, keluarga memastikan bahwa Sigit Joko Poernomo yang meninggal saat mengikuti event lari trail Siksorogo Lawu Ultra 2025 itu tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Menurut keterangan keluarganya, Sigit merupakan sosok yang gemar berolahraga lari.
Namun, dalam keterangannya, Masrofi memastikan kematian Sigit akibat serangan jantung. Sementara kematian Pujo akibat penyakit paru-paru yang ia derita.
Ia menuturkan, baik Sigit maupun Pujo tak terus terang kepada pihak panitia bahwa memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru.
“Pejabat Kemenpar [Sigit] itu dia mengalami serangan jantung, yang satunya [Pujo] adalah penyakit paru. Setelah kami telusuri bahwa yang dari Kemenpar itu sudah punya riwayat jantung, tetapi tidak terus terang di dalam pelaksanaan kegiatan itu,” akunya.





