Tak hanya itu, Riski kemudian menggabungkan makna “simulasi” ke dalam hal yang berhubungan dengan kehidupan saat ini. Yaitu sosial media.
“Sederhananya kita dapat melihat fenomena dalam sosial media di mana segala sesuatunya disimulasikan. Misal di sosmed ngaku di Jogja, padahal lagi di Semarang,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





