Feature

Dulunya Masyhur Sebagai ‘Kampung Jagal’, Begini Kisah Kampung Bustaman Sekarang

×

Dulunya Masyhur Sebagai ‘Kampung Jagal’, Begini Kisah Kampung Bustaman Sekarang

Sebarkan artikel ini
Kampung Bustaman
Beberapa warga Kampung Bustaman saat mengolah kepala kambing. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

Apalagi pada saat momen Idul Adha. Mayoritas warga Bustaman menerima pesanan untuk membersihkan kepala hewan kurban baik kambing maupun sapi.

“Idul Adha, Alhamdulillah masih pasti terlibat, bahkan omzetnya bisa jutaan per harinya,” katanya.

BACA JUGA: Jaga Kualitas Udara di Semarang, Pemkot Bentuk Kampung Iklim hingga Penghijauan

Untuk biayanya sendiri, warga Bustaman biasanya mematok tarif sekitar Rp100 ribu untuk kepala kambing, dan Rp400 ribu s.d. Rp500 ribu untuk kepala sapi tergantung ukurannya.

Sementara, rata-rata durasi warga mengolahnya terbilang cepat. Yakni, kurang dari satu jam untuk kepala kambing, dan 1 hingga 2 jam untuk kepala sapi. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp