Jateng

Durasi Liburan Turis Singkat, Komisi VII DPR RI Minta Jateng Tak Hanya Andalkan Candi Borobudur

×

Durasi Liburan Turis Singkat, Komisi VII DPR RI Minta Jateng Tak Hanya Andalkan Candi Borobudur

Sebarkan artikel ini
Komisi VII DPR RI
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, usai menghadiri Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat B5, Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 20 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti potensi besar sektor pariwisata Jawa Tengah yang dinilai terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Namun, politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan agar peningkatan jumlah wisatawan tersebut sejalan dengan strategi untuk memperpanjang lama tinggal atau length of stay wisatawan di daerah ini.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat B5, Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Evita, sektor pariwisata Jawa Tengah tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

“Kalau dari sektor pariwisata, luar biasa loh Jawa Tengah ini meningkat 28 persen. Tentunya ini tidak terlepas daripada dampak positif rute penerbangan langsung dari Singapura, dari Kuala Lumpur ke Kota Semarang,” ujarnya.

BACA JUGA: Jateng Terapkan Wisata Ramah Muslim, Minuman Beralkohol dan Makanan Haram Boleh Asal Terpisah

Ia menyebut kehadiran penerbangan langsung internasional tersebut menjadi faktor penting dalam mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah.

Meski demikian, Evita menyoroti persoalan lain yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah, yakni rata-rata lama tinggal wisatawan atau length of stay yang masih pendek.

“Tapi length of stay, short stay mereka itu masih 1, saya bilang 1,2, mereka bilang 1,3. Kenapa? Ya karena selama ini Jawa Tengah ini hanya jadi transit,” katanya.

Length of stay sendiri merupakan rata-rata lama waktu wisatawan tinggal di suatu daerah sebelum melanjutkan perjalanan atau kembali ke negara asal. Menurut Evita, selama ini Jawa Tengah kerap hanya menjadi tujuan singgah sementara bagi wisatawan, khususnya yang berlibur ke Bali.

“Orang turis ke Bali, one day trip ke Jawa Tengah ke Candi Borobudur. Jadi makanya length of stay-nya itu sangat short sekali, pendek sekali,” jelasnya.

Komisi VII DPR RI Minta Jateng Tak Hanya Andalkan Candi Borobudur

Evita menilai, dengan adanya penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur ke Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah perlu menyusun strategi yang lebih agresif untuk meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan.

“Oleh karena ini ke depan ini harus ada strategi-strategi yang Pemprov lakukan. Apalagi memanfaatkan rute internasional yang masuk langsung ke Kota Semarang ini. Harus ada paket-paket khusus yang memang membuat wisatawan itu mengambil paket yang kunjungannya itu ke beberapa tempat,” ujarnya.

Ia menegaskan, perlu mengubah pola kunjungan wisata yang hanya terpusat pada Candi Borobudur.

“Jadi, tidak datang dari Bali terus hanya ke Borobudur terus pulang. Datang dari mana gitu, karena sebelumnya kan enggak ada direct flight. Jadi semuanya tergantung dari international flight yang masuk. Datang dari Jakarta ke Solo terus balik lagi,” katanya.

BACA JUGA: Turis Bali Merosot, Jateng Andalkan Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Tamu Domestik hingga Timur Tengah

Menurut Evita, dinas-dinas terkait di lingkungan Pemprov Jawa Tengah harus merancang strategi komprehensif untuk memperluas destinasi unggulan.

“Nah, ini harus dinas-dinas daripada Pemprov ini harus membuat strategi bagaimana meningkatkan jumlah wisatawan ke Jawa Tengah dan memperpanjang lama tinggal mereka di Jawa Tengah. Oleh karena itu nanti tentunya pariwisata akan lebih maju,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung potensi destinasi lain seperti Karimunjawa yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan asing.

“Kita ada Karimunjawa, itu luar biasa loh. Wisatawan asing ke sana itu kan minatnya sangat-sangat luar biasa. Mungkin kita bisa bidik yang lain-lain jadi tidak hanya Candi Borobudur,” ujarnya.

Evita menambahkan, karakter wisatawan mancanegara beragam, termasuk segmen petualangan atau adventure tourism, yang menurutnya bisa menjadi peluang bagi Jawa Tengah.

“Wisatawan ini ada yang adventure. Jadi nah ini kita harus mampu untuk membidik mana nih destinasi-destinasi wisata tadi Jawa Tengah dan bisa kita dorong, kita promosikan secara global,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Evita juga menyampaikan bahwa Komisi VII DPR RI tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri. Ia menyebut sejumlah persoalan seperti perizinan dan AMDAL turut menjadi perhatian dan harapannya bisa Komisi VII jembatani bersama pemerintah daerah. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp