SALATIGA, beritajateng.tv – Sektor ekonomi kreatif di Jawa Tengah harus memiliki daya saing sekaligus daya dobrak yang kuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan begitu, sektor ekonomi kreatif dapat menciptakan berbagai inovasi, membuka lapangan kerja baru dan yang paling penting memenangkan pasar global.
Hal ini Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi tegaskan dalam ‘Ngobrol Kreatif Gubernur Jawa Tengah bersama Pelaku Ekonomi Kreatif’, di Hotel Wahid Prime Salatiga, Kota Salatiga, Rabu 10 Juni 2026.
Dalam kegiatan yang DPW GEKRAFS Jawa Tengah gagas bersama Disbudparekraf Jawa Tengah ini, Ahmad Luthfi menegaskan, potensi generasi muda di Jawa Tengah cukup besar.
Di sisi lain, keunggulan ekonomi kreatif yang ada di setiap daerah juga penting. Hal ini untuk terus di kembangkan agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Kolaborasi potensi generasi muda dengan keunggulan ekonomi kreatif di berbagai daerah akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi sektor ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Tak Ingin Krisis 1998 Terulang, Mahasiswa Segel BI Jateng, Tuntut 18 Hari Perbaikan Ekonomi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memiliki komitmen yang besar dalam upaya mendukung perkembangan sektor ekonomi kreatif di daerahnya.
“Baik melalui pembinaan, pendampingan, pemberdayaan hingga kolaborasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif,” tegas gubernur.
Ketua DPW GEKRAFS Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana dalam kesempatan ini menyampaikan, forum ngobrol kreatif ini memiliki tujuan yang sangat strategis.
Karena menjadi ruang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, komunitas, akademisi, media, dunia usaha dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
“Sehingga dalam forum ini, para pelaku ekonomi kreatif menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi. Juga didiskusikan bersama para stakeholder,” jelasnya.
Lebih lanjut, Berty menyampaikan, GEKRAFS hadir sebagai ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk saling terhubung, berkolaborasi dan berkembang bersama.
Melalui forum ini, GEKRAFS juga ingin memperkuat sinergi antara pelaku ekonomi kreatif, masyarakat, akademisi, media, dunia usaha serta pemerintah daerah.
“Sehingga akan tercipta lebih banyak peluang dan ruang-ruang kolaborasi banyak pihak, bagi kemajuan ekonomi kreatif di Jawa Tengah,” tambahnya.
BACA JUGA: Bank Jateng Syariah Perkuat Sinergi Umat dan Ekonomi Syariah di Milad ke-18
GEKRAFS Jawa Tengah bersama Disbudparekraf Jawa Tengah, lanjut Berty juga berharap lahir lebih banyak kolaborasi. Yang mana mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
“Jika ekosistem ekonomi keratif semakin kuat, maka sektor ekonomi kreatif juga akan mampu memberikan dampak yang nyata bagi pembangunan daerah,” tandasnya.
Sementara itu, acara ini terikuti akademisi UIN Salatiga. Juga komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. (*)
Editor: Farah Nazila





