Ia merincikan, proporsi kelas menengah pada 2019 berada di angka 21,45 persen. Namun, pada 2024, angka tersebut menyusut menjadi 17,13 persen.
“Di sisi lain, jumlah penduduk rentan miskin justru meningkat dari 20,56 persen pada 2019 menjadi 24,23 persen tahun ini. Kondisi ini harus segera diantisipasi. Kalau tidak dampaknya bisa semakin buruk terhadap perekonomian secara keseluruhan,” tegasnya.
Transisi pemerintah dan Pilkada serentak jadi kunci penentu ekonomi Indonesia kedepan
Lebih lanjut, Nanda menggarisbawahi, stabilitas sosial politik akan menjadi faktor penentu kedepan. Apalagi di tengah transisi pergantian pemerintahan dan juga Pilkada serentak.
“Kepastian politik sangat berpengaruh pada iklim investasi dan kinerja industri, terutama yang padat karya,” katanya.
BACA JUGA: Siap Bersaing di Pasar Global, Jawa Tengah Terus Kembangkan Perekonomian Syariah
Menurutnya, merespons kondisi ekonomi saat ini, pemerintah perlu memperkuat daya beli masyarakat. Salah satunya dengan kebijakan yang mendukung sektor industri dan belanja pemerintah.
“Misalnya meningkatkan belanja yang dapat memberikan efek pengganda terhadap konsumsi masyarakat,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila