Gaya Hidup

Film Kemah Terlarang Kesurupan Massal Sudah Tayang di Bioskop, Berikut Reviewnya

×

Film Kemah Terlarang Kesurupan Massal Sudah Tayang di Bioskop, Berikut Reviewnya

Sebarkan artikel ini
film Kemah Terlarang
Film Kemah Terlarang Kesurupan Massal. (foto: instagram/@kemahterlarangfilm)

SEMARANG, beritajateng.tv – Film horor berjudul Kemah Terlarang Kesurupan Massal kini akhirnya sudah bisa kamu saksikan di bioskop. Menariknya dari film ini yaitu adaptasi langsung dari sebuah kisah nyata yang ada di Yogyakarta.

Kisah nyata yang sempat viral tersebut terjadi pada tahun 2016, terunggah pertama kali di akun X Wakhid Nurrokhim. Menceritakan tentang pengalaman berkemah di hutan sekelompok siswa SMA dan alami kesurupan massal.

Bagi kamu yang belum menyaksikannya di bioskop, simak informasinya berikut ini seputar review dari film tersebut.

BACA JUGA: Kapan Film Horor Wanita Ahli Neraka Tayang di Bioskop? Berikut Jadwalnya

Review Film Kemah Terlarang Kesurupan Massal

Secara teknis, film ini berhasil menyajikan visual yang sangat menarik. Perpaduan transisi gambar yang mulus dan pemilihan warna yang menyenangkan mata menciptakan atmosfer menegangkan namun tidak berlebihan.

Penonton seakan berada di tengah hutan Wana Alus, menyaksikan langsung setiap kejadian mistis yang berlangsung. Salah satu hal menarik dari film ini adalah penggunaan bahasa Jawa krama inggil dan krama alus oleh para pemeran.

Elemen ini tidak hanya menambah keaslian suasana Yogyakarta, tetapi juga memberikan nuansa kultural yang kuat. Para pemeran seperti Derby Romero, Callista Arum, Nayla Purnama, dan Fatih Unru tampil cukup baik dalam dialog-dialog berbahasa Jawa.

Kemah Terlarang Kesurupan Massal juga menyampaikan pesan moral yang kaya akan budaya Jawa. Konsep kulo nuwun, atau meminta izin saat memasuki tempat baru, menjadi tema yang sangat penting dalam film ini.

Adegan ketika Mbah Sonto memberikan peringatan untuk tidak sembarangan di tempat yang dijaga oleh makhluk halus menyampaikan pesan yang mendalam. Sepertihalnya pentingnya menghormati mereka yang telah lebih dulu menghuni suatu lokasi, termasuk makhluk-makhluk yang tidak terlihat.

BACA JUGA: Pembuatan Film Horor Pulau Hantu 2024 Ternyata Berlangsung di 3 Lokasi, Berikut Tempatnya

Film ini juga mengeksplorasi konsep Wahyu Makutharama, sebuah ajaran kuno mengenai kekuasaan dan kepemimpinan dalam budaya Jawa. Selain itu, film ini menggali tema klenik dan ilmu hitam, termasuk penggunaan beras kuning sebagai simbol sajen dan tanda kehadiran makhluk gaib.

Kemah Terlarang Kesurupan Massal menyajikan nuansa yang mengingatkan pada teater Jawa. Setiap adegan, terutama yang melibatkan ritual atau interaksi dengan makhluk halus, disajikan dengan sentuhan teatrikal yang menawan.

Hal ini terlihat jelas dari peran Landung Simatupang, aktor teater senior Yogyakarta yang berperan sebagai Mbah Sonto. Penggunaan musik gamelan dan suara tembang semakin memperkuat atmosfer mistis dalam film ini.

Penonton diajak merasakan pengalaman yang menyeramkan seolah sedang menyaksikan pertunjukan teater tradisional yang sarat simbolisme dan makna spiritual. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp