Meski begitu, hal tersebut tak lantas mengurangi niat Rofiq untuk menghidupkan Kota Lama. Ia lalu berusaha untuk membuat wayang suket khas Semarang sendiri.
“Asalnya dari mana itu tumpang tindih, yang jelas itu dari Jawa Tengah. Dan yang jelas wayang suket tumbuh dari bawah. Jadi bisa dikatakan di setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing karena itu berkembang di setiap daerah yang berbeda,” ujarnya.
Selain menjadi paket wisata, Rofiq juga menjual wayang suketnya secara terpisah. Harganya ia bandrol mulai dari Rp25 ribu hingga Rp40 ribu untuk satu karakter wayang, tergantung tingkat kesulitan.(*)
Editor: Farah Nazila





