Politik

Gandeng KPU dan Bawaslu, UIN Walisongo Canangkan Pendidikan Politik Lewat Magang Bersertifikat Kampus Merdeka

×

Gandeng KPU dan Bawaslu, UIN Walisongo Canangkan Pendidikan Politik Lewat Magang Bersertifikat Kampus Merdeka

Sebarkan artikel ini
Pengawas TPS
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo, Mukhsin Jamil, saat ditemui di Soeboer Kitchen, Kota Semarang, Selasa, 26 Desember 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – UIN Walisongo meminta penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk melibatkan mahasiswanya dalam pendidikan politik jangka panjang. Hal itu terungkap oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo, Mukhsin Jamil, saat beritajateng.tv temui langsung pada Selasa, 26 Desember 2023.

Adapun salah satu langkah pendidikan politik jangka panjang secara riil itu menurutnya bisa melalui program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM).

Akademisi yang juga merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam UIN Walisongo itu mengatakan, pendaftaran pengawas TPS oleh Bawaslu maupun petugas KPPS oleh KPU sebenarnya bisa saja dikonversikan ke dalam SKS mata kuliah dalam program MBKM. Hanya saja, ada berbagai hal yang perlu instansi terkait susun seperti aturan lebih lanjut.

“Kalau durasi waktu keterlibatan dan aktifitasnya setara dengan SKS tertentu, saya kira bisa dikonversi. Tapi kan pengawas TPS ini sifatnya hanya beberapa saat, kita harus melibatkan mereka dalam proses yang panjang, harus memastikan mereka terdidik secara baik dalam persoalan politik ini,” ujar Mukhsin.

Menurutnya, adanya MoU atau kesepakatan antara universitas dan lembaga penyelenggara Pemilu terkait penting untuk melakukan konversi SKS tersebut. Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi ide tersebut dan berharap dapat terlaksana secara konsisten.

“Pertama harus ada syarat legalnya dulu, ada MoU yang lembaga terkait buat dengan lembaga yang menjadi tempat mereka magang. Kedua, durasi berapa lama mereka bekerja yang bisa kita sepakati, itu kesepakatan secara bersama-sama,” sambungnya.

Menurut pengakuannya, sejauh ini UIN Walisongo telah banyak menjalin kerja sama dengan Bawaslu dan KPU. Utamanya untuk melibatkan mahasiswanya secara langsung dalam mekanisme politik maupun pengawasan Pemilu.

“Di Fisip sendiri, saya kira sangat tinggi minatnya, mereka bukan hanya terlibat terdaftar di TPS, tetapi mereka melakukan riset di pengawasan juga banyak. Saya juga menjumpai mahasiswa S-1 yang menulis tentang pengawasan, artinya minat mereka pada pengawasan sangat tinggi, baik dari sisi akademik maupun keterlibatan praktis dalam dunia kepengawasan,” akunya.

Banyak mahasiswa takut mendaftar pengawas TPS berkaca Pemilu 2019

Sementara itu, Mukhsin mengajak mahasiswa yang memenuhi syarat untuk ikut berpartisipasi mendaftarkan diri sebagai pengawas TPS yang buka pada Selasa, 2 Januari 2024 mendatang.

Terkait kalangan muda yang masih ragu mendaftar sebagai pengawas TPS maupun petugas KPPS lantaran banyak memakan korban pada Pemilu 2019 silam, Mukhsin angkat bicara.

BACA JUGA: Rekrutmen Pengawas TPS Buka 6 Januari 2024, Bawaslu Jateng Ungkap Gajinya, Ini Jadwal dan Persyaratannya!

Ia percaya, evaluasi dari Pemilu 2019 yang cukup kelam itu telah Pemerintah lakukan dengan matang. Sehingga, ia mengajak mahasiswa untuk tak khawatir terlibat langsung sebagai pengawas TPS.

“Saya yakin pemerintah akan belajar dari evaluasi kelemahan Pemilu 2019. Misal dari waktu, load (beban) kerjanya bagaimana, saya kira sudah ada kajian rasional. Sehingga tidak ada lagi pekerjaan yang melampaui batas normal dari para pengawas. Sehingga dengan situasi seperti itu akan berbeda dengan Pemilu 2019,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp