Jateng

Gelar Aksi di Depan Mapolda Jawa Tengah, Aksi Kamisan Desak Kapolrestabes Semarang Dicopot

×

Gelar Aksi di Depan Mapolda Jawa Tengah, Aksi Kamisan Desak Kapolrestabes Semarang Dicopot

Sebarkan artikel ini
Aksi Kamisan Semarang
Aksi Kamisan Semarang menggelar aksi di halaman Mapolda Jawa Tengah, Kamis, 12 Desember 2024 sore. (Adher/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan warga sipil yang tergabung dalam aksi Kamisan menggelar aksi di depan Mapolda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, pada Kamis, 12 Desember 2024 sore.

Aksi Kamisan kali ini merupakan sebuah respons atas kasus penembakan tragis yang menewaskan Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa SMKN 4 Semarang, pada 24 November lalu.

Dalam aksi tersebut, mereka membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan keadilan dan desakan pencopotan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, dari jabatannya.

Koordinator aksi, Natanael Bremana, menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka ialah pencopotan Kapolrestabes Semarang serta perlindungan penuh bagi para korban yang menurut dugaan mengalami intervensi dari pihak tertentu.

BACA JUGA: Aksi Kamisan Roadshow di Kampus Semarang, Orasi Spanduk: Pemilu Rak Pemilu Golek Kerjo Tetep Angel

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan,” tegas Natanael.

Menurut Natanael, aksi Kamisan ini merupakan langkah awal untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas aparat penegak hukum.

Peserta aksi juga menyampaikan desakan bahwa bila tuntutan mereka tak terpenuhi, akan ada aksi serupa dengan jumlah massa lebih besar.

“Kami siap kembali turun ke jalan dengan massa lebih banyak jika tidak segera tegakkan keadilan,” ujar salah satu peserta aksi.

BACA JUGA: Peringatan 17 Tahun Aksi Kamisan di Semarang Usung Ajakan Golput, Korlap: Kami adalah Oposisi Permanen

Aksi yang berlangsung damai ini menunjukkan tekad masyarakat sipil dalam memperjuangkan keadilan, terutama untuk korban dan keluarga mereka.

Poster-poster yang mereka bawa berisi pesan-pesan mendalam yang menyerukan perubahan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Warga berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan tanggapan positif terhadap tuntutan tersebut. Mereka menekankan upaya ini bukan hanya untuk keadilan bagi korban. Tetapi, juga sebagai bentuk peringatan agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Masyarakat meminta perhatian serius dari pemerintah dan lembaga hukum untuk memperbaiki sistem perlindungan terhadap korban dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan. (*)