SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi Kamisan di Kota Semarang biasanya berlangsung setiap Kamis di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Namun, berbeda dengan Aksi Kamisan sore ini.
Aksi Kamisan tanggal 22 Februari 2024 mengambil tempat di Kampus 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Spanduk orasi yang berisi persoalan mahasiswa pun terbentang tinggi-tinggi.
Misalnya spanduk bertuliskan: “Pemilu Rak Pemilu Golek Kerjo Tetep Angel”, “Tanda-tanda Penindasan = Gaji Tidak Cukup Untuk Kebutuhan Sebulan”, dan sebagainya.
Adib Saifin Nukman, salah satu anggota Aksi Kamisan Semarang menjelaskan, agenda kali ini termasuk dalam Aksi Kamisan Roadshow. Ia menyebut Aksi Kamisan Roadshow memang pelaksanaannya sengaja di kampus-kampus di Kota Semarang untuk menjangkau teman-teman mahasiswa.
BACA JUGA: Peringatan 17 Tahun Kamisan di Semarang Usung Ajakan Golput, Korlap: Kami adalah Oposisi Permanen
Sebelumnya, Aksi Kamisan Roadshow juga telah berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).
“Tahun ini kita upayakan Aksi Kamisan bisa menjangkau teman-teman di kampus. Karena Aksi Kamisan ini kolektif, siapa pun asal bukan polisi dan penguasa semua bisa bergabung dalam Aksi Kamisan,” jelasnya kepada beritajateng.tv.
Adib menyebut, Aksi Kamisan di kampus memiliki kemasan yang berbeda-beda. Yang pasti, kata Adib, Aksi Kamisan Roadshow tampil lebih rileks, dinamis, dan membuka ruang diskusi antar mahasiswa.
Aksi Kamisan di kampus Semarang, diskusikan film Dirty Vote
Yang istimewa kali ini, Aksi Kamisan di UPGRIS bersamaan dengan diskusi film dokumenter Dirty Vote bersama sutradara Dandhy Laksono dan ketiga ahli hukum tata negara, yaitu Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.
Adib menjelaskan, alasan menggelar diskusi itu karena film tersebut berhasil menjelaskan berbagai macam peristiwa, kejadian, dan praktik-praktik kecurangan dalam Pemilu. Bahkan, itu film juga berhasil menampilkan kesewenangan dari penguasa untuk memuluskan langkah dalam memenangi Pemilu.




