Joko menegaskan, pengusutan perkara tersebut harus berjalan sesuai ketentuan hukum. Ia berharap proses penyidikan dapat menjawab kegelisahan kader sekaligus memberikan kejelasan kepada publik.
Selain mendesak usut tuntas kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto, Gerindra juga menyoroti isu stabilitas politik dan keamanan nasional.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Djoni Kristijanti, mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi yang berpotensi memicu kerusuhan.
Djoni menyinggung sejumlah unggahan di media sosial yang menurutnya menginginkan Indonesia mengalami gejolak seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa, antara lain Prancis, Inggris, Belgia, dan Italia.
BACA JUGA: LBH Soroti Kasus Polisi Peras Warga, Sebut Penggrebekkan Langgar HAM
Ia menilai ketidakstabilan politik dapat mengganggu kehidupan masyarakat, mulai dari distribusi pangan, energi, hingga pelayanan kesehatan.
“Ada yang menginginkan Indonesia rusuh seperti di Eropa hari ini. Padahal, kalau terjadi hal yang sama di Indonesia, tidak ada kebaikan sama sekali untuk rakyat. Distribusi pangan pasti akan bermasalah, energi juga, termasuk kesehatan,” kata Djoni.
Djoni juga mempertanyakan siapa pihak yang akan diuntungkan jika situasi politik nasional terganggu. Ia mengaitkan pertanyaan tersebut dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan isu rencana kerusuhan yang beredar di media sosial.
Meski demikian, pernyataan mengenai pihak yang menginginkan kerusuhan maupun dugaan adanya skenario tertentu tersebut merupakan pandangan politik Djoni. Klaim itu perlu dibuktikan melalui informasi dan proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk menjaga stabilitas, Djoni menyatakan Gerindra siap membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah itu mencakup partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga kelompok mahasiswa.
“Partai Gerindra mengonsolidasikan diri dan akan bersama elemen bangsa yang lain, partai politik, ormas kemahasiswaan, serta ormas kepemudaan. Kita akan konsolidasikan bersama bahwa suksesnya pembangunan negara hanya bisa di peroleh ketika ada stabilitas politik dan persatuan nasional,” ujarnya. (*)




