Olahraga

Gilbert Agius Dipecat, Ruxi Eks Pemain PSIS Semarang: Gaji Pelatih Tak Dibayar 4-5 Bulan

×

Gilbert Agius Dipecat, Ruxi Eks Pemain PSIS Semarang: Gaji Pelatih Tak Dibayar 4-5 Bulan

Sebarkan artikel ini
PSIS Padang | PSIS Ramadan | PSIS Makassar | PSIS Solo | PSIS Pemain Lokal | PSIS Coba | PSIS Putaran Kedua | Dewa PSIS | Agius Uji Coba Pemain | PSIS Evandro
Coach Manager PSIS Semarang, Gibert Agius. (Foto: X/@psisfcoficial)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemecatan Gilbert Agius dari kursi pelatih kepala PSIS Semarang mendapat sorotan tajam dari mantan pemainnya, Ruxi. Lewat akun media sosial, Ruxi buka suara soal kondisi yang menimpa eks pelatih asal Malta itu.

Agius mencatatkan 30 pertandingan bersama PSIS Semarang dengan hasil enam kemenangan, tujuh imbang, dan 17 kekalahan. Rentetan hasil buruk tersebut memicu keputusan manajemen untuk menyudahi kerja sama lebih awal.

Akan tetapi, Ruxi menilai perlakuan PSIS Semarang terhadap Agius tak manusiawi.

“Indonesia, 2025, pelatih tidak terima bayaran hampir 4-5 bulan dan sekarang diberhentikan, ini sungguh tak bisa diterima,” tulis Ruxi melalui akun X miliknya, Selasa, 29 April 2025.

BACA JUGA: Kalah Melulu, PSIS Semarang Putus Kontrak Pelatih Gilbert Agius, Muhammad Ridwan Jadi Pengganti

Pemain asing yang lebih dulu hengkang dari PSIS itu juga pernah alami kendala serupa. Ia sempat mengeluhkan keterlambatan gaji selama memperkuat Mahesa Jenar. Karena itu, Ruxi merasa terpanggil angkat suara atas situasi Agius.

Setelah Agius tak lagi menangani tim, manajemen menunjuk Muhammad Ridwan sebagai pelatih sementara. Ridwan bakal memimpin PSIS hadapi sisa laga musim ini sambil berjuang keluar dari tekanan degradasi.

Ruxi tak hanya menyoroti kasus Agius, tapi juga menyinggung profesionalisme dalam dunia sepak bola nasional.

“Jika kita serius ingin kembangkan sepak bola Indonesia, maka harus perlakukan pelatih dan pemain secara profesional,” tulisnya.

BACA JUGA: Tumbangkan Persita 1-0, Persis Solo Makin Jauhi PSIS Semarang di Zona Degradasi, Selisih 4 Tingkat

Ia menilai sepak bola tak akan berkembang jika aspek dasar seperti pembayaran dan penghargaan tak berjalan dengan benar.

“Tanpa hal itu, gim disini akan terus jalan di tempat,” tegas Ruxi dalam pernyataannya.

Pernyataan Ruxi membuka mata banyak pihak bahwa tak sekadar hasil, tetapi tata kelola klub juga perlu pembenahan. Ia berharap masa depan sepak bola Indonesia lebih sehat dan menjunjung tinggi keadilan bagi semua pelaku lapangan hijau. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp