SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi membuka peluang bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk memanfaatkan aset milik pemerintah provinsi guna mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi daerah.
Hal itu ia sampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Iwapi Jawa Tengah periode 2026–2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat 24 Juli 2026.
Gubernur Jateng itu berharap, Iwapi tidak cukup hanya membangun jejaring bisnis antaranggota, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan potensi daerah.
“Jangan cari untung saja, tetapi harus punya dampak bagi masyarakat di mana IWAPI berada,” kata dia.
Sebab, Jawa Tengah memiliki potensi besar yang bisa pelaku usaha perempuan manfaatkan. Mulai dari aset pemerintah, kawasan perkebunan, hingga berbagai potensi ekonomi di kabupaten dan kota. Karena itu, ia meminta pengurus Iwapi aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi tersebut.
“Datangi bupati dan wali kota. Tanyakan potensi apa yang bisa dikembangkan di daerah. Iwapi harus hadir memberikan solusi dan manfaat,” ujarnya.
BACA JUGA: Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Jateng Bidik Transfer Teknologi dan Investasi
Dalam kesempatan itu, Gubenur Jateng itu juga mendorong kepada para pengusaha perempuan tersebut ikut mendampingi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerahnya masing-masing supaya berkembang. Sebab, UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas kemasan produk, pemasaran, hingga perluasan akses ekspor.
Saat ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen. Lebih tinggi dari rata-rata nasional. Capaian tersebut perlu terjaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perempuan pengusaha.
Ketua DPD Iwapi Jawa Tengah, Ning Wahyu Astutik mengatakan, organisasinya kini telah memiliki kepengurusan di tingkat cabang di seluruh Jateng, dengan jumlah anggota mencapai 3.000 orang.





