SEMARANG, beritajateng.tv – Penutupan akses Jalan Amarta menuju situs Jatiombo yang menghubungkan Kelurahan Tambangan dan Kelurahan Sodong, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menuai protes warga.
Jalan yang selama ini menjadi jalur penghubung antarkelurahan sekaligus akses menuju Situs Jatiombo tersebut diduga ditutup sepihak sejak pembangunan perumahan BSB Village pada 2022.
Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu. Jalur yang sebelumnya menjadi akses utama distribusi hasil pertanian, mobilitas kendaraan pengangkut material, hingga perjalanan peziarah menuju Situs Jatiombo kini tidak lagi bisa warga lalui.
Warga pun harus menempuh jalur alternatif dengan jarak yang jauh lebih panjang. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan mobilitas, tetapi juga menambah waktu perjalanan dan biaya transportasi masyarakat.
Salah seorang warga, Mimit Kusmianto, mengatakan penutupan jalan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga Tambangan maupun Sodong.
Terlebih, jalan itu selama ini menjadi akses terdekat bagi masyarakat dan peziarah yang hendak mengunjungi Situs Jatiombo.
Menurut dia, Situs Jatiombo telah warga kenak sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Semarang.
Pengunjungnya tidak hanya berasal dari wilayah Mijen, tetapi juga dari luar kota, seperti Ungaran, Bawen, dan Salatiga.
“Karena sudah menjadi salah satu lokasi wisata religi di Kota Semarang, banyak peziarah datang dari luar Semarang, seperti Ungaran, Bawen, dan Salatiga. Kalau dari arah selatan atau Ungaran, akses terdekat untuk sampai ke Situs Jatiombo memang melalui wilayah Tambangan,” ujarnya di Situs Jatiombo, Rabu (4/11/2026).
BACA JUGA: Wali Kota Agustina Ingin Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Warga, Enam Layanan Dasar Jadi Fokus Semarang
Mimit menjelaskan, penutupan akses tersebut membuat pengunjung yang belum mengenal kawasan Mijen berpotensi kesulitan menemukan jalur menuju lokasi petilasan. Sementara jika harus melewati jalan alternatif, perjalanan menjadi lebih jauh.
Ia menuturkan, Situs Jatiombo juga memiliki aktivitas ziarah yang cukup ramai, khususnya pada malam Selasa dan malam Jumat. Pengunjung datang dengan berbagai tujuan spiritual dan permohonan.





