Ia juga mengingatkan peringatan sejumlah pakar dunia, termasuk Geoffrey Hinton, penerima Nobel 2024 sekaligus penemu deep learning.
BACA JUGA: SMAN 11 Semarang Bergejolak, Siswa Unjuk Rasa Tuntut Transparansi Kasus Konten Porno AI Chiko
Menurutnya, semakin jauh manusia memanfaatkan AI, ada kemungkinan manusia berada pada posisi tidak lagi mampu mengendalikan teknologi tersebut.
“Seperti dalam film fiksi ilmiah, ada kemungkinan AI atau agen cerdas menjadi independen dan terputus dari keinginan manusia. Di situlah sisi bahaya AI bisa muncul,” pungkasnya.
Ia menekankan pentingnya kesadaran publik, regulasi yang kuat, serta pengembangan AI yang beretika agar kemajuan teknologi tidak justru menjadi ancaman bagi manusia. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





