Umumnya kawanan kera liar ini menyasar buah jipang (labu siam) dan buah- buahan yang ada di pekarangan warga. Bahkan primata ini juga tidak takut lagi meski beberapa kali terkena halauan.
Atas kondisi ini, warga dan para petani berharap pemangku kebijakan segera mengambil tindakan. Hal ini agar serangan kawanan kera ekor panjang tidak merugikan petani.
BACA JUGA: Singkirkan 615 Peserta, Petani Muda di Blora Masuk Grand Final Young Ambassador Agriculture 2025
Surolawe juga mengaku, atas persoalan ini sudah melaporkan kepada pemerintah maupun kepada BKSDA. Namun sejauh ini belum ada tindaklanjut di lapangan.
“Apakah itu pengurangan populasi maupun upaya-upaya lain. Agar kawanan kera liar ini tidak turun ke lahan pertanian dan pemukiman warga,” tandasnya. (*)





